Monday, June 1, 2026

Cara IKEA Ubah Rumah Berantakan jadi Lebih Lega dan Rapi

Must Read

marketinginsight.id – Banyak orang merasa rumahnya cepat penuh dan berantakan karena semakin banyaknya barang yang mereka miliki.

Namun, dalam banyak kasus, masalahnya bukan pada jumlah barang, melainkan dari pemilihan solusi yang tidak terlalu matang.

Sebenarnya, solusi sering kali dipilih berdasarkan yang paling cepat menyelesaikan masalah, daripada yang paling tepat.

Pola “asal muat dulu” ini terus berulang berdasarkan pengamatan IKEA Indonesia pada program Home Visit mereka.

Oleh karena itu, ada banyak rumah yang tidak kecil tapi terasa penuh karena cara menyimpannya tidak konsisten atau tidak punya sistem yang baik.

Banyak orang cenderung menambah solusi setiap kali merasa terdesak, bukan berhenti sejenak untuk melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Dampaknya, barang tidak pernah benar-benar punya tempat dan hanya berpindah-pindah saja. Melihat pola ini, IKEA mendorong masyarakat untuk memastikan bahwa setiap pilihan dapat menjawab kebutuhan di rumah.

Sebagai langkah awal, saat sebuah area terasa penuh atau berantakan, banyak orang langsung mencari penyimpanan tambahan. Padahal, yang disimpan tidak berubah volumenya, melainkan hanya berpindah tempat.

Maka dari itu, coba lihat kembali isi barangnya dan pisahkan berdasarkan frekuensi penggunaan. Dari sini biasanya akan kelihatan mana barang yang memang dipakai, dan mana yang hanya “numpang tempat”.

Di samping itu, pengatur laci atau organiser lemari seperti seri STUK, SKUBB, NOJIG, kotak PLOGSVÄNG, atau seri KACKLA bisa membantu menyusun ruang. Dengan susunan yang jelas dan terorganisir, barang akan lebih mudah diambil dan ditaruh kembali.

Langkah selanjutnya adalah menentukan dari awal mana barang yang ingin ditampilkan dan mana yang cukup disimpan.

Langkah ini sangat penting karena barang yang sering dipakai lama-kelamaan akan tercampur dengan barang koleksi dan barang cadangan.

Akibatnya, area tersebut akan lebih cepat penuh dan jadi sulit untuk digunakan. Menentukan fungsi barang sejak awal bisa bikin area dan ruang jadi lebih jelas serta tidak cepat sesak.

Untuk itu, rak terbuka seperti seri KALLAX atau seri BILLY bisa jadi solusi untuk barang yang memang ingin diperlihatkan.

Untuk barang lain yang mau tetap disimpan di area yang sama, bisa ditambahkan kotak seperti DRÖNA atau seri KUGGIS.

Melalui penataan ini, barang akan tetap tersimpan rapi dalam satu sistem yang sama tanpa membuat visualnya terlalu ramai.

Ketika barang punya tempat yang jelas, kebutuhan untuk memindahkan atau menumpuk pun jadi berkurang dengan sendirinya.

Namun secara visual, ruang bisa saja terlihat rapi, tetapi tetap terasa penuh, sesak, dan tidak karuan. Hal ini biasanya terjadi karena terlalu banyak objek yang terlihat di saat yang sama, atau karena tidak ada pembagian yang jelas.

Selain masalah pembagian, salah satu hal yang sering bikin ruang terasa cepat penuh adalah ukuran perabot yang tidak benar-benar pas.

Masalah ini muncul bukan karena produknya salah, melainkan karena sejak awal dipilih ukuran yang “kayaknya cukup”.

Sayangnya, ukuran yang tanggung akan sering membuat barang sulit untuk disusun rapi hingga akhirnya ditumpuk. Lama-lama, kebiasaan ini akan menciptakan lapisan baru yang membuat ruang terasa makin padat.

Oleh karena itu, memilih ukuran yang sesuai sejak awal dapat membantu sistem penyimpanan berfungsi lebih optimal.

Menggunakan kotak dengan dimensi konsisten atau organiser yang dirancang mengikuti ukuran lemari dapat membuat barang lebih mudah disusun dan diakses.

Selanjutnya, gunakan metode zoning untuk membagi area berdasarkan konteks dan alur penggunaan tertentu. Contohnya adalah membuat area “siap berangkat” di dekat pintu, atau sudut “wind down” di dalam kamar.

Dengan pendekatan ini, zoning membantu mengurangi kebiasaan mengambil barang dari satu tempat dan menaruhnya di tempat lain.

Barang akan digunakan di area yang sama dengan tempat penyimpanannya, sehingga tidak perlu berpindah-pindah atau menumpuk.

Pada akhirnya, tidak semua ruang perlu diisi dengan barang karena saat semua sudut terpakai, ruang justru lebih cepat terasa sesak. Hal ini juga terkait erat dengan keputusan apakah barang di rumah masih perlu digunakan atau tidak.

Maka dari itu, sebagian barang memang bisa disimpan terpisah, diberikan, atau dijual kembali sebagai preloved items agar tetap berguna.

Dengan menyaring barang secara berkala, akan lebih jelas mana yang memang dipakai dan mana yang hanya tersimpan sampai berdebu.

Ketika yang tersisa benar-benar hanya yang digunakan, ruang dan rumah akan terasa lebih lega serta lebih mudah digunakan sehari-hari.

Melalui kampanye “Ga Perlu Main Petak Umpet Lagi”, IKEA ingin mengajak masyarakat untuk mulai memilih dengan lebih tepat sesuai kebutuhan.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Cloudera Rilis Zero Copy Connector untuk ServiceNow

marketinginsight.id – Cloudera, satu-satunya perusahaan yang menjalankan AI di mana pun data berada, mengumumkan ketersediaan Workflow Data Fabric Zero Copy...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img