Monday, June 1, 2026

CIFF 360 Kep Hidupkan Industri Kreatif dan Konservasi di Pesisir Kamboja

Must Read

marketinginsight.id – Kawasan pesisir Selatan Kamboja baru saja sukses bertransformasi menjadi pusat sinema dan pertukaran budaya melalui penyelenggaraan CIFF 360 Kep 2026.

Acara yang berlangsung selama lima hari ini berhasil mempertemukan para pembuat film, pegiat lingkungan, dan masyarakat dalam sebuah platform seni yang intim.

Berpusat di resor Knai Bang Chatt, agenda ini menjadi bukti nyata kebangkitan industri kreatif sekaligus pariwisata regeneratif di wilayah Kep.

Sebagai perpanjangan dari Festival Film Internasional Kamboja, rangkaian acara diisi oleh pemutaran film luar ruangan dan diskusi interaktif.

Inisiatif ini tidak hanya merayakan karya visual, tetapi juga mengangkat narasi penting mengenai pelestarian ekosistem laut.

Pengunjung disuguhkan kombinasi apik antara arsitektur bersejarah dan sinematografi yang memukau di sepanjang garis pantai.

Festival ini secara resmi dibuka dengan pemutaran film pra-acara di Pantai Kampot sebelum beralih ke lokasi utama di Kep Wes.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan lokal, CIFF 360 Kep menegaskan posisinya sebagai penggerak ekonomi kreatif di Asia Tenggara.

Event ini pun sukses menarik perhatian audiens lintas generasi yang peduli pada seni dan masa depan lingkungan.

Malam pembukaan festival memberikan penghormatan khusus kepada warisan sinema Kamboja lewat penayangan film klasik La Joie de Vivre karya Raja Norodom Sihanouk.

Selain itu, karya sutradara perempuan perintis Uong Kanthouk yang berjudul The Time to Cry juga diputar untuk mengenang era keemasan film lokal.

Pengunjung juga mengapresiasi film Golden Slumbers karya Davy Chou yang mengulas sejarah sinema yang sempat hilang .

Salah satu momen krusial dalam festival ini adalah penayangan perdana film dokumenter Beneath the Surface karya sutradara Vinay Bharadwaj.

Film ini menyoroti visi transformasi lingkungan dan budaya yang sedang berlangsung di kawasan Knai Bang Chatt dan Kep West.

Melalui pendekatan visual yang kuat, dokumenter tersebut memotret harmoni antara pariwisata berkelanjutan dan perlindungan komunitas lokal .

Penguatan Ekosistem Perfilman Melalui Forum Sinema Kamboja

Ajang ini juga menjadi saksi peluncuran Forum Film Kamboja perdana yang mengusung tema penguatan ekosistem industri kreatif.

Diskusi ini dihadiri oleh produser, sutradara, dan pemimpin lembaga budaya untuk merumuskan peta jalan kolaborasi internasional.

Melalui lokakarya dan sesi kolaboratif, forum ini berkomitmen meningkatkan kapasitas para sineas muda di kawasan regional.

Sekretaris Jenderal Art for Kep, Peter J. Brongers, menyatakan bahwa acara ini dirancang khusus untuk menghubungkan sinema dengan warisan budaya dan komunitas.

Brongers menambahkan bahwa wilayah Kep memiliki potensi besar untuk menjadi pusat eksperimen seni dan pariwisata budaya di Asia Tenggara.

Keberhasilan tahun ini mendorong penyelenggara untuk segera mempersiapkan Kep International Art Festival pada masa mendatang .

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Uniqlo Holiday Jukebox: Rayakan Akhir Tahun Lewat Musik dan Kedekatan

marketinginsight.id – Akhir tahun sering kali datang dengan perasaan yang bercampur aduk. Ada kelegaan, rasa lelah, dan ada juga kebutuhan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img