Thursday, April 2, 2026

Exabytes Dorong Transformasi Cara Kerja Melalui Digital Workplace 2.0

Must Read

marketinginsight.id – Perubahan cara kerja di era digital mendorong organisasi untuk tidak hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga merancang ulang sistem kerja yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan efisien.

Menjawab kebutuhan tersebut, Exabytes Indonesia menyelenggarakan forum “Digital Workplace 2.0: How Lark Transforms Company Workflows”, yang mempertemukan pemimpin bisnis, praktisi teknologi, serta profesional lintas industri untuk membahas masa depan sistem kerja modern.

Forum ini menjadi ruang diskusi strategis mengenai bagaimana perusahaan dapat membangun digital workplace yang lebih terhubung guna meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pengambilan keputusan di tengah kompleksitas lingkungan kerja digital.

Seiring percepatan transformasi digital, banyak organisasi menghadapi tantangan berupa fragmentasi workflow akibat penggunaan berbagai platform kerja yang tidak saling terintegrasi.

Kondisi ini sering kali menimbulkan silo komunikasi, memperlambat koordinasi antar tim, serta menghambat produktivitas organisasi.

Di sisi lain, kebutuhan terhadap solusi kolaborasi digital juga terus meningkat. Riset dari Fortune Business Insights memperkirakan pasar global enterprise collaboration software akan mencapai USD 26,68 miliar pada tahun 2028, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 12,4%, seiring meningkatnya kebutuhan organisasi dalam mengelola workflow digital serta tim kerja yang semakin terdistribusi.

“Selama transformasi digital, banyak organisasi menambahkan berbagai tools baru, lebih banyak meeting, dan integrasi yang kompleks, namun justru kehilangan kecepatan dan efisiensi. Kadang yang diperlukan satu tool yang dapat menyesuaikan dengan budaya kerja yang ada.” ujar Indra Hartawan, Vice President & Country Manager Exabytes Indonesia.

Melalui forum ini, Exabytes Indonesia menyoroti bagaimana pendekatan digital workplace yang terintegrasi dapat membantu perusahaan mengurangi silo komunikasi, meningkatkan transparansi kerja, serta mempercepat koordinasi lintas tim.

Diskusi dalam acara ini menghadirkan perspektif dari berbagai praktisi industri, antara lain Lionel A. (Global Partner Sales Manager Lark), Bobby Candra Gunawan (CEO & Co-Founder Onero Solutions), serta Cesar Ramdhani (IT Practitioner), yang berbagi pengalaman mengenai implementasi sistem kerja digital di organisasi modern.

Dalam forum tersebut juga dibahas mengenai Lark (software), platform digital workplace yang dikembangkan oleh ByteDance, perusahaan teknologi global yang juga dikenal melalui produk seperti TikTok.

Platform ini mengintegrasikan komunikasi tim, kolaborasi dokumen, video meeting, serta manajemen workflow dalam satu ekosistem kerja terpadu untuk membantu organisasi mengurangi kompleksitas penggunaan berbagai aplikasi kerja yang terpisah.

Sebagai penyedia solusi digital di Asia Tenggara, Exabytes melihat transformasi cara kerja sebagai faktor penting dalam meningkatkan daya saing organisasi di era ekonomi digital.

“Lingkungan kerja saat ini bekerja secara asynchronously. Organisasi butuh platform yang memungkinkan diskusi transparan, keputusan terdokumentasi, dan kolaborasi tanpa harus berada pada jadwal yang sama. Sehingga inovasi dapat bergerak lebih cepat dan produktivitas meningkat secara berkelanjutan.” tambah Indra.

Melalui inisiatif seperti Digital Workplace 2.0, Exabytes Indonesia berharap dapat mendorong lebih banyak organisasi untuk mengadopsi pendekatan kerja digital yang lebih terintegrasi dan adaptif terhadap perubahan teknologi.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Blibli Hadir di YouTube Shopping Mudahkan Transaksi Real Time

marketinginsight.id – Menonton review gadget atau inspirasi kebutuhan rumah tangga di YouTube kini menjadi cara belanja dan mencari produk yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img