marketinginsight.id – Daya tarik sebuah destinasi pariwisata tidak hanya diukur dari kemampuan menarik pengunjung baru, tetapi juga dari sejauh mana kawasan tersebut mampu menciptakan pengalaman yang membekas hingga mendorong kunjungan berulang. Tingkat repeat visitor menjadi indikator penting dalam peta persaingan industri perjalanan modern, karena mencerminkan kepuasan ekosistem layanan, keberagaman atraksi, hingga konektivitas suatu daerah.
Perubahan perilaku wisatawan global kini memperlihatkan pergeseran dari sekadar penjelajahan awal menuju pencarian pengalaman yang lebih mendalam pada lokasi yang sama. Fenomena ini dimanfaatkan oleh penyedia jasa pariwisata untuk terus memperkuat infrastruktur pendukung, agenda kegiatan tahunan, serta kemudahan akses mobilitas demi menjaga daya pikat destinasi.
Laporan terbaru dari industri perjalanan mengonfirmasi tren tersebut di pasar domestik, di mana sejumlah kota utama di Indonesia mencatatkan peningkatan loyalitas kunjungan wisatawan. Dinamika ini memperjelas posisi Indonesia sebagai salah satu motor penggerak sektor pariwisata regional yang kompetitif.
Destinasi yang berkesan sering kali menjadi alasan utama bagi wisatawan untuk kembali berkunjung. Langkah ini dilakukan bukan hanya untuk mengunjungi tempat favorit, melainkan juga untuk menikmati pengalaman berbeda dari perjalanan sebelumnya.
Tren tersebut terlihat jelas di sejumlah daerah seperti Jakarta, Batam, Lombok, dan Bandung. Berbagai lokasi ini terus menawarkan pengalaman yang beragam bagi para pelancong.
Temuan ini tercermin dalam Repeat Visitor Ranking 2026 Agoda yang menyoroti destinasi paling sering dikunjungi ulang di Asia. Selain Bali di peringkat ketiga Asia, empat wilayah tersebut mencatat angka kunjungan ulang tertinggi di Indonesia.
Sebagai ibu kota, Jakarta naik satu peringkat ke posisi 25 dalam daftar 50 destinasi Asia yang paling sering dikunjungi. Perpaduan kuliner, belanja, budaya, hiburan, dan situs bersejarah membuat kawasan ini tetap memikat untuk perjalanan singkat maupun liburan.
Pada paruh pertama 2026, Jakarta mencatatkan 9,86 juta wisatawan yang terdiri dari 8,82 juta wisatawan domestik dan 1,04 juta wisatawan mancanegara. Kedatangan wisatawan asing tersebut tumbuh 8,17 persen secara tahunan, mempertegas Jakarta bukan lagi sekadar pusat bisnis melainkan juga destinasi rekreasi perkotaan.
Sementara itu, Batam melonjak tiga peringkat ke posisi 27 dalam daftar destinasi paling populer di Asia. Kota ini menawarkan daya tarik wisata belanja bebas pajak, fasilitas bisnis, hingga pantai dan ragam kuliner.
Kedekatan geografis dengan Singapura turut memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pintu gerbang utama pariwisata. Pada Juni 2026, daerah ini menyumbang 160.871 kedatangan wisatawan asing atau 78,9 persen dari total kunjungan asing ke Kepulauan Riau.
Pengembangan agenda olahraga, budaya, dan hiburan secara berkelanjutan memberi alasan kuat bagi wisatawan untuk datang kembali.
Di sisi lain, Lombok merangkak naik tiga peringkat ke posisi 41 di tingkat Asia. Pulau ini menawarkan pesona alam lengkap mulai dari gunung, pantai, hingga air terjun yang dipadukan dengan budaya lokal.
Daya tarik Lombok terus berkembang melampaui keindahan alam semata. Kawasan Mandalika di Lombok Tengah yang berstatus Proyek Strategis Pariwisata Nasional secara konsisten menggelar berbagai agenda besar.
Pelaksanaan Pocari Sweat Run Lombok 2026 pada Juli lalu menarik sekitar 9.200 pelari dengan 72 persen di antaranya berasal dari luar pulau. Kehadiran ajang Mandalika Street Food Festival hingga MotoGP makin melengkapi daya pikat kawasan ini.
Kota Bandung juga mempertahankan posisi sebagai destinasi favorit untuk kunjungan berulang. Karakter kota yang dinamis menyajikan kombinasi wisata kuliner, belanja, budaya, dan tempat rekreasi. Keberagaman pilihan tersebut menjaga kelangsungan daya tarik Bandung di mata wisatawan.
Perbedaan karakter dari keempat wilayah ini membuktikan bahwa alasan kunjungan ulang bersifat dinamis. Wisatawan datang kembali untuk menikmati suasana perkotaan, mengeksplorasi alam, menghadiri acara, atau sekadar mengenang pengalaman masa lalu.
Senior Country Director Agoda Indonesia, Gede Gunawan, menjelaskan bahwa tiap destinasi utama di Indonesia memiliki daya pikat unik yang kuat. Pihaknya siap mendukung kemudahan akses melalui penyediaan pilihan akomodasi dan pemesanan yang terintegrasi.
Bagi pelancong, perjalanan berulang memberi kesempatan untuk menemukan sudut pandang baru. Dukungan moda transportasi, akomodasi, dan pilihan aktivitas membuat agenda liburan berikutnya terasa lebih bervariasi.
Platform Agoda kini menyediakan lebih dari 6 juta akomodasi, 130.000 rute penerbangan, dan 300.000 aktivitas yang terhubung dalam satu sistem pemesanan.
Redaksi



