marketinginsight.id – Dunia perancangan bangunan Nusantara kembali menorehkan prestasi membanggakan pada kancah global. Pencapaian ini lahir dari dedikasi panjang dalam meramu estetika modern dengan kearifan lokal.
Keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing secara ketat di level internasional. Setiap detail rancangan dikembangkan secara matang guna menghadirkan ruang hidup yang sarat makna.
Prestasi gemilang ini turut membuka lembaran baru bagi perkembangan dunia perancangan berskala global. Pengakuan luas ini menjadi momentum penting untuk terus memajukan kualitas karya arsitektur tanah air.
RSI Group, salah satu firma arsitektur terbaik di Indonesia, kembali mencatatkan pencapaian di panggung internasional melalui Viaje House, sebuah hunian di Jakarta yang meraih dua penghargaan dalam ajang Asia Pacific Property Awards. Proyek tersebut berhasil meraih predikat Winner untuk kawasan Asia Pasifik pada kategori Architecture Single Residence serta 5 Stars Winner untuk kategori Residence Project Indonesia.
Pencapaian ini semakin memperkuat posisi RSI Group sebagai salah satu firma arsitektur Indonesia yang aktif membawa karya dan pemikiran arsitektur dari Indonesia ke tingkat internasional. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian penganugerahan di Thailand pada 7 Mei 2026, yang dihadiri langsung oleh Fransiska Vara, CEO RSI Group, untuk menerima penghargaan mewakili firma dan Indonesia.

Selanjutnya, pimpinan perusahaan tersebut menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan dunia internasional. “Merupakan sebuah kehormatan besar bagi RSI Group dapat berdiri di panggung internasional mewakili Indonesia,” ungkap Fransiska Vara, CEO RSI Group.
“Penghargaan ganda dari Asia Pacific Property Awards ini adalah bukti nyata dari kerja keras tim kami dan komitmen teguh RSI Group dalam menghadirkan desain yang inovatif, fungsional, serta mampu bersaing di level global,” tambahnya.
Bagi RSI Group, penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang lebih panjang. Setelah meraih pengakuan di tingkat Asia Pasifik, Viaje House melanjutkan perjalanannya dalam rangkaian International Property Awards 2026–2027, membuka kesempatan bagi karya arsitektur Indonesia untuk kembali memperkenalkan diri kepada jejaring profesional properti, desain, dan arsitektur di tingkat internasional.
Selama perjalanannya, RSI Group membangun pendekatan desain yang tidak hanya mengejar estetika, tetapi juga menggabungkan konteks, fungsi, teknologi, keberlanjutan, dan pengalaman manusia. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari identitas RSI Group dalam mengembangkan karya arsitektur yang memiliki karakter kuat sekaligus relevan dengan kebutuhan penggunanya.
Di bawah kepemimpinan Fransiska Vara yang memasuki tahun kedua sebagai CEO, RSI Group terus mengembangkan arah tersebut dengan mendorong eksplorasi desain dan memperluas kehadiran firma dalam percakapan arsitektur di tingkat nasional maupun internasional.
Pencapaian Viaje House menjadi salah satu representasi dari perjalanan tersebut—sebuah karya yang berangkat dari konteks Indonesia namun dirancang dengan perspektif yang dapat berdialog dengan perkembangan arsitektur global.
Lebih dari sekadar proyek yang memenangkan penghargaan, Viaje House dirancang sebagai sebuah karya seni yang hidup (living sculpture) yang merepresentasikan perjalanan dan ketangguhan kehidupan.
Mengambil nama Viaje, yang berarti perjalanan atau pengalaman, rumah ini dibangun sebagai sebuah monumen yang menceritakan perjalanan hidup sang klien—dari titik awal yang sederhana hingga mencapai puncak kesuksesan.
Setiap sudut, poros, dan bayangan yang jatuh di Viaje House dirancang dengan intensi khusus untuk menciptakan kejutan visual sekaligus menghadirkan pengalaman ruang yang terus berubah bagi penghuninya. Hunian ini mengusung pendekatan Futuristic Naturalist, sebuah eksplorasi yang mempertemukan bahasa futuristik dengan konteks alam dan iklim tropis.
Pendekatan tersebut berangkat dari gagasan bahwa arsitektur futuristik tidak harus menjauh dari alam, tetapi justru dapat berkembang melalui respons yang lebih erat terhadap lingkungan. Oleh karena itu, aspek keberlanjutan tidak ditempatkan sekadar sebagai elemen tambahan.
Respons terhadap iklim, cahaya matahari, curah hujan, ventilasi, bukaan, material, dan pengalaman penghuni menjadi bagian dari proses perancangan sejak awal. Geometri bangunan dikembangkan bukan hanya untuk membentuk identitas visual, tetapi juga untuk merespons karakter lingkungan tropis.
Orientasi bangunan, pengelolaan cahaya alami, respons terhadap paparan matahari, serta strategi pendinginan pasif menjadi bagian dari upaya menciptakan kenyamanan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem pendingin mekanis.
Pendekatan tersebut memperkuat gagasan RSI Group bahwa keberlanjutan dapat menjadi bagian integral dari ekspresi arsitektur—bukan sesuatu yang berdiri terpisah dari estetika dan pengalaman ruang.
Material yang digunakan pada Viaje House pun memiliki cerita masing-masing. Kombinasi batu, kaca, beton, dan kayu dipilih secara spesifik untuk merepresentasikan latar belakang klien yang bergerak di industri material bangunan.
Material tidak hanya diperlakukan sebagai elemen struktural maupun finishing, tetapi menjadi bagian dari narasi personal sang pemilik.
Permainan tekstur, massa, transparansi, cahaya, dan bayangan membentuk pengalaman ruang yang dinamis sekaligus mencerminkan karakter yang ingin disampaikan melalui hunian tersebut.
Dengan demikian, Viaje House tidak hanya berbicara mengenai bagaimana sebuah rumah terlihat, tetapi juga mengenai bagaimana sebuah rumah dapat menceritakan perjalanan hidup penghuninya. Pendiri sekaligus mantan CEO RSI Group, Revano Satria, turut menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian Viaje House.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan RSI Group dalam mengembangkan pemikiran arsitektur yang berangkat dari konteks Indonesia namun memiliki relevansi yang lebih luas.
“Arsitektur Modern Tropis adalah ciri khas arsitektur Indonesia yang memerlukan banyak pemikiran untuk membawa tipe arsitektur ini melaju jauh ke depannya,” ungkap Revano Satria.
“Harapannya, dengan pemikiran yang tepat, arsitektur ini bukan hanya sekadar gaya, tetapi dapat menjadi salah satu pemikiran arsitektur dunia yang diperhitungkan,” tambahnya.
Bagi RSI Group, arsitektur tropis Indonesia bukan sekadar gaya visual. Ia merupakan sebuah pendekatan yang terus berkembang seiring perubahan teknologi, kebutuhan manusia, kondisi iklim, dan tantangan lingkungan.
Melalui karya seperti Viaje House, RSI Group mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterjemahkan menjadi arsitektur yang memiliki identitas Indonesia sekaligus mampu berdialog dengan perkembangan desain di tingkat global.
Sebagai salah satu firma arsitektur terbaik di Indonesia, RSI Group memandang penghargaan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai bagian dari perjalanan untuk terus mengembangkan kualitas karya dan pemikiran arsitektur.
Bagi RSI Group, keberhasilan sebuah proyek pada akhirnya tidak hanya diukur dari estetika ataupun jumlah penghargaan yang diraih, tetapi dari bagaimana sebuah ruang mampu meningkatkan kualitas hidup, menciptakan pengalaman, dan menjadi bagian dari perjalanan hidup pemiliknya.
Viaje House menjadi representasi dari pemikiran tersebut: sebuah rumah yang tidak hanya menaungi kehidupan, tetapi ikut merekam, membentuk, dan menghormati perjalanan di dalamnya.
Dengan berlanjutnya perjalanan Viaje House dalam International Property Awards 2026–2027, RSI Group kembali membawa karya dari Indonesia ke dalam percakapan arsitektur dan desain di tingkat internasional.
Bagi RSI Group, membawa arsitektur Indonesia ke dunia bukan hanya tentang memenangkan penghargaan, tetapi tentang menunjukkan bahwa gagasan yang lahir dari konteks Indonesia dapat memiliki kualitas, karakter, dan relevansi untuk menjadi bagian dari percakapan arsitektur global.
Redaksi



