marketinginsight.id – Akselerasi teknologi digital kini menjadi penggerak utama dalam efisiensi operasional dan pertumbuhan skala bisnis pelaku usaha lokal. Pemanfaatan inovasi pintar makin krusial untuk memperkuat daya saing sektor usaha di tengah perubahan pasar yang cepat.
Penguatan ekosistem digital memerlukan sinergi yang solid antara pemerintah, asosiasi, dan penyedia solusi teknologi terintegrasi. Inisiatif edukasi dan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci penting agar pelaku bisnis mampu bertransformasi secara optimal.
Langkah nyata dalam mendorong modernisasi usaha terus dihadirkan melalui berbagai ajang kolaboratif bertema adopsi teknologi terdepan. Upaya ini bermaksud membuka peluang baru bagi sektor usaha untuk naik kelas dan memperluas jangkauan pasar.
Exabytes Indonesia sukses menyelenggarakan SME DigitalFest 2026 bertema “UMKM + AI”. Festival yang didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ini berlangsung pukul 13.00 hingga 18.00 WIB.
Acara tersebut menghadirkan jajaran pembicara dari unsur pemerintah, asosiasi, praktisi, dan mitra ekosistem digital, serta diikuti oleh lebih dari 100 pelaku usaha.
“SME DigitalFest kami hadirkan untuk membangun kesadaran pelaku usaha akan pentingnya memperkuat bisnis melalui performa digital,” ujar Indra Hartawan, VP & Country Manager Exabytes Indonesia, dalam sesi konferensi pers usai acara.
Tahun ini, pihak penyelenggara berfokus pada adopsi kecerdasan buatan karena pergerakan teknologi tersebut tidak bisa lagi dihindari. Teknologi pintar akan berdampak pada seluruh lini bisnis dalam beberapa tahun ke depan dengan akselerasi yang sangat cepat.
Pilihan terbaik saat ini adalah berinvestasi pada teknologi untuk memaksimalkan bisnis, di mana dampak paling nyata justru akan dirasakan oleh usaha kecil. Sebagai bagian dari inisiatif GROW AI, ajang ini mengusung tiga tahapan pertumbuhan yang dapat ditempuh pelaku usaha.
Tahap pertama adalah naik kelas, yakni beralih dari cara kerja manual menuju fondasi digital yang rapi melalui website, domain, email bisnis, serta proses yang terukur. Tahap kedua adalah naik omzet, yaitu memanfaatkan teknologi pada area yang berdampak langsung pada pendapatan.
Pendapatan tersebut meliputi konten penjualan, iklan, layanan pelanggan, hingga penjualan lintas kanal. Tahap ketiga adalah naik level, yakni kesiapan untuk bertumbuh lebih jauh melalui akses pendanaan, infrastruktur yang aman, dan kemitraan jangka panjang.
Rangkaian acara dibuka dengan sesi khusus yang mengajak peserta melihat langsung seberapa dekat teknologi tersebut dengan keseharian bisnis mereka. Sesi ini dilanjutkan dengan sambutan dari Michelle Yap selaku Vice President of Marketing Exabytes Group.
Sesi pemaparan utama disampaikan oleh Tri Wahyudi selaku Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Pejabat kementerian tersebut menguraikan gambaran kondisi digitalisasi usaha nasional beserta arah pengembangannya ke depan.
Perspektif tersebut dilengkapi oleh M. Rizki Firdaus selaku Direktur Pengembangan Bisnis dan Layanan Pemasaran SMESCO Indonesia. Pemaparan itu menyoroti peluang usaha lokal untuk menembus pasar yang lebih luas di era digital.
Diskusi berlanjut dalam sesi panel yang menghadirkan Firlie H. Ganinduto selaku Ketua Umum ADIGSI. Sesi ini juga menggandeng Nur Hasan selaku Social Impact Partner SDG Impact Partners serta Yanuar Rezqi selaku CX Consultant sekaligus Co-founder Retensi AI.
Ketiga narasumber membahas perjalanan bisnis naik kelas dari sisi ekosistem digital, keamanan siber, dampak sosial, serta pengalaman pelanggan. Sesi berikutnya diisi oleh Izma Yuliansyah selaku Founder Dapur Bu Sastro yang membagikan strategi modernisasi bisnis tanpa kehilangan jati diri.
Brillian Fairiandi selaku AI Visual Director kemudian meluruskan berbagai anggapan keliru seputar teknologi bagi usaha kecil. Sementara itu, Timothy Santoso selaku Marketing Lead Mekari Desty memaparkan strategi mendorong penjualan online dan offline secara terintegrasi.
Melalui sistem yang terintegrasi, pelaku usaha dapat mengelola toko online, stok inventaris, hingga cabang offline dari satu kendali. Operasional menjadi jauh lebih efisien tanpa harus menambah banyak tenaga kerja.
Salah satu segmen yang paling dinantikan adalah kompetisi bagi pelaku usaha untuk mempresentasikan produk di hadapan para ahli industri. Para finalis terpilih melakukan sesi tanya jawab bersama dewan juri dari berbagai latar belakang institusi.
Kompetisi tersebut dimenangkan oleh Steven dari Reka Tridi yang berhak atas hadiah kredit untuk pengembangan bisnis. Pemenang kompetisi menyatakan bahwa pengalaman tersebut memberikan jaringan baru serta wawasan berharga terkait pengelolaan usaha.
Pemanfaatan teknologi terbukti mampu merampingkan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak sumber daya manusia. Peserta juga langsung mempraktikkan pemanfaatan teknologi dalam sesi workshop penunjang yang dipandu oleh praktisi profesional.
Sepanjang acara, peserta dapat mengunjungi berbagai aktivasi mitra seperti klinik konsultasi bisnis dan zona solusi. Acara ditutup dengan sesi jejaring yang mempertemukan pelaku usaha dengan para pemangku kepentingan.
Penyelenggaraan festival ini didukung penuh oleh kementerian terkait serta berbagai sponsor dan mitra komunitas. Dukungan tersebut memperkuat komitmen bersama dalam mendorong kemajuan ekonomi digital nasional.
Kemudahan akses terhadap teknologi pintar kini telah mengubah peta daya saing usaha secara menyeluruh. Pelaku usaha yang mampu memaksimalkan potensinya dipastikan akan menjadi pemenang di tengah ketatnya persaingan.
Teknologi tersebut terbukti dapat meningkatkan efisiensi waktu hingga persentase yang cukup tinggi. Pemilik usaha pun dapat lebih fokus pada strategi pengembangan bisnis jangka panjang.
Penyelenggara terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan terintegrasi guna mendampingi pertumbuhan sektor usaha di tanah air. Langkah ini sejalan dengan misi besar untuk membantu bisnis bekerja lebih cerdas dan berkembang lebih jauh.
Redaksi



