marketinginsight.id – Kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Kalimantan memicu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat setempat. Asap pekat yang mencemari udara membawa partikel berbahaya yang memicu lonjakan kasus gangguan pernapasan akut.
Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap warga terdampak, Omron Healthcare Indonesia menyalurkan seratus unit alat terapi pernapasan. Bantuan perangkat kesehatan ini didistribusikan melalui platform Kitabisa ke tiga daerah yang paling membutuhkan.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu meringankan beban fasilitas kesehatan dalam menangani pasien gangguan pernapasan. Pendistribusian perangkat difokuskan langsung ke sejumlah puskesmas dan klinik agar segera menjangkau warga.
Menanggapi ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Omron Healthcare Indonesia mendonasikan 100 unit NE-C810 melalui platform donasi Kitabisa. Bantuan perangkat terapi pernapasan ini akan didistribusikan ke tiga wilayah terdampak, yaitu Pontianak (Kalimantan Barat), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), dan Banjarbaru (Kalimantan Selatan).
Dari 100 unit Omron Nebulizer NE-C810 yang didonasikan, sebanyak 40 unit akan disalurkan ke Pontianak, Kalimantan Barat. Sementara itu, Palangkaraya di Kalimantan Tengah dan Banjarbaru di Kalimantan Selatan masing-masing akan menerima 30 unit.
Inisiatif ini merupakan bentuk respons atas meningkatnya risiko kesehatan masyarakat akibat kabut asap karhutla. Kementerian Kesehatan menyatakan ancaman terbesar dari asap karhutla ini adalah paparan partikel halus mikroskopis (PM2,5) dan polutan berbahaya yang dapat menembus sistem pernapasan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat asma serta penyakit paru.
Dampak dari krisis ini tercermin dari melonjaknya kasus ISPA di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan data Kemenkes, kasus ISPA di Kalimantan Barat menembus 165.747 kasus sejak 1 Januari hingga awal Agustus 2026.
Selain itu, Kalimantan Selatan melaporkan 18.423 kasus dalam periode tertentu. Sementara itu, Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 3.000 kasus dalam kurun 10 hingga 16 Agustus 2026.
Tomoaki Watanabe selaku Direktur Omron Healthcare Indonesia mengatakan bahwa di tengah krisis kabut asap ini, tantangannya bukan sekadar paparan udara yang sudah tercemar. Bagi masyarakat yang telah memiliki gangguan pernapasan, kondisi ini dapat memperberat gejala dan meningkatkan kebutuhan akan layanan kesehatan.
Melalui inisiatif ini, pihak Omron berupaya mendukung fasilitas kesehatan di wilayah terdampak agar dapat memberikan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Bantuan ini khusus diarahkan dalam menghadapi risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap.
Andrew Deni Yonathan selaku Head of Brand Partnership Kitabisa menyampaikan bahwa semangat gotong royong dan kemitraan strategis bersama Omron Healthcare Indonesia ini bukan sekadar memberikan bantuan. Kemitraan tersebut juga memastikan kepedulian dapat menjangkau masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Bantuan 100 unit nebulizer ini merupakan wujud kehadiran bersama untuk saling menjaga dan meringankan beban warga. Warga tersebut sedang berjuang di tengah krisis asap karhutla.
Omron NE-C810 untuk Terapi Pernapasan yang Praktis
Nebulizer membantu mengubah obat cair menjadi aerosol berukuran sangat kecil yang dapat dihirup melalui pernapasan. Penggunaan nebulizer merupakan salah satu pilihan terapi inhalasi sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk membantu penanganan berbagai kondisi pernapasan, termasuk asma.
Sebagai salah satu perangkat terapi inhalasi, Omron NE-C810 merupakan compressor nebulizer yang dapat digunakan dengan masker atau corong mulut. Perangkat ini dilengkapi teknologi Virtual Valve Technology (V.V.T.) yang membantu mengurangi pemborosan obat dan mendukung terapi inhalasi yang efisien.
Dengan desain yang portable dan higienis serta tingkat kebisingan yang rendah, NE-C810 praktis digunakan di rumah maupun saat bepergian. Nebulizer ini memiliki bobot 190 gram dan menghasilkan partikel aerosol berukuran rata-rata 4,4 µm dengan laju nebulisasi sekitar 0,35 ml/menit.
Tingkat kebisingan perangkat ini hanya 53 dB sehingga mendukung kenyamanan selama terapi, termasuk bagi anak-anak. Hal tersebut membuat perangkat ini sangat diandalkan dalam situasi darurat kesehatan.
Lokasi Sementara Distribusi Produk Omron:
PONTIANAK (40 pcs)
- Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura | Jl. K.H. Wahid Hasyim No.144, Pontianak, Kalimantan Barat
- RSU YARSI Pontianak | Jl. Tj. Raya II, Tambelan Sampit, Kec. Pontianak Tim., Kota Pontianak, Kalimantan Barat
- Puskesmas Parit H. Husin II | Komplek Pemda Jalur 2, Jl. Parit H. Husin II, Bansir Darat, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat
- Puskesmas Pal Sembilan | Kec. Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 78114
- Puskesmas Kampung Bali | Jl. Jendral Urip Sumoharjo No.79, Tengah, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat
PALANGKA RAYA (30 pcs)
- UPT Puskesmas Marina Permai | Jl. Marina Permai II No. 65, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
- Puskesmas Kereng Bangkirai | Jl. Mangku Raya, Kereng Bangkirai, Kec. Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
- Klinik Pratama Aisyiyah Palangka Raya | Komplek Perguruan Muhammadiyah, Jl. RTA Milono No.KM 1,5, Langkai, Kec. Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
- RSI PKU Muhammadiyah Palangka Raya | Jl. RTA Milono No.KM 2, RW.5, Menteng, Kec. Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
BANJARBARU (30 pcs)
- Puskesmas Sungai Besar | Jalan Banua Praja Utara, RT.039/RW.007, Kelurahan Sungai Besar, Kec. Banjarbaru Selatan, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan
- Puskesmas Loktabat Utara | Jl. Mustika XII No.2, Loktabat Utara, Kec. Banjarbaru Utara, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan
- Posko Polres Banjar Baru | Jl. Tegal Arum, Landasan Ulin Utara, Kec. Liang Anggang, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan
- Puskesmas Cempaka | Jl. H. Mistar Cokrokusumo, Sei Tiung, Kec. Banjarbaru Selatan, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan
Redaksi



