marketinginsight.id – Dinamika industri ketenagalistrikan nasional saat ini menuntut sinergi yang makin erat antara keahlian sektor teknis dan inovasi teknologi digital. Integrasi ini menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem kelistrikan modern yang efisien, andal, serta berkelanjutan.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kemitraan bisnis berjangka panjang yang memadukan keunggulan kompetensi di bidang jaringan serta sistem integrasi. Kolaborasi ini dirancang untuk menjawab tantangan operasional lapangan melalui pemanfaatan data analitik secara presisi.
Inisiatif ini sekaligus mempertegas komitmen para pelaku industri dalam mengoptimalkan talenta dan teknologi dalam negeri. Transformasi digital ini diharapkan mampu membawa standar baru dalam efisiensi pengelolaan aset kelistrikan nasional.
PT Alita Praya Mitra (Alita) dan PLN Electricity Services (PLN ES) resmi menandatangani kemitraan strategis jangka panjang melalui Strategic Partnership Signing Ceremony di Jakarta. Penandatanganan ini menandai dimulainya kolaborasi kedua perusahaan di bidang teknologi dan infrastruktur untuk mendukung perkembangan sektor ketenagalistrikan di Indonesia.
Mengusung semangat “Powering Progress Through Strategic Collaboration”, kemitraan ini mempertemukan kapabilitas PLN ES di bidang engineering ketenagalistrikan dengan pengalaman Alita dalam network engineering, ICT, system integration, infrastruktur, serta managed services. Sebagai langkah awal, kedua perusahaan akan menjalankan validasi teknologi bersama (proof of concept) di bidang Surveillance Asset Management untuk aset jaringan ketenagalistrikan.
Melalui pendekatan ini, teknologi yang dikembangkan Alita diuji secara terukur terhadap kebutuhan operasional di lapangan. Solusi ini memungkinkan pemantauan dan pemeriksaan aset dilakukan dengan waktu pengerjaan yang lebih singkat, meminimalisir risiko pekerjaan, serta menghadirkan data analitik yang mendukung pemeliharaan aset secara lebih terencana.
President Director PT Alita Praya Mitra, Joseph Lumban Gaol, mengatakan bahwa kolaborasi dengan PLN ES menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemitraan jangka panjang. Kemitraan ini sekaligus menguji penerapan teknologi dalam negeri untuk mendukung kebutuhan operasional ketenagalistrikan.
“Penandatanganan ini menjadi momentum penting bagi Alita untuk membangun kemitraan jangka panjang bersama PLN Electricity Services. Kami meyakini talenta dan teknologi dalam negeri memiliki kapabilitas untuk menjawab kebutuhan operasional sektor ketenagalistrikan,” ujar Joseph Lumban Gaol.
Joseph menambahkan, melalui kolaborasi dan proses validasi bersama, solusi yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan manfaat yang terukur serta nilai tambah bagi peningkatan layanan ketenagalistrikan di Indonesia.
Selanjutnya, landasan kemitraan ini adalah konvergensi dua kompetensi dalam domain teknologi operasi atau Operational Technology (OT). Bidang Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang membutuhkan keahlian kelistrikan dipadukan dengan kapabilitas jaringan komunikasi data yang menjadi kekuatan utama Alita.
Pertemuan dua kompetensi inilah yang membuka ruang bagi kedua perusahaan untuk membangun solusi terintegrasi di sektor ketenagalistrikan. Pada tahap validasi, solusi asset management berbasis surveillance technology ini memanfaatkan drone yang dilengkapi sensor LIDAR (Light Detection and Ranging), sensor thermal, serta sensor visual sebagai instrumen pengumpulan data di lapangan.
Data yang terkumpul kemudian diintegrasikan dan diolah oleh Alita melalui perangkat lunak pengolahan data. Informasi tersebut ditampilkan dalam Dashboard Operasional OASIS milik PLN Electricity Services, sehingga memberikan gambaran kondisi aset yang akurat dan terkini bagi pengambil keputusan.
Tahapan pengolahan data inilah yang menuntut kemampuan engineering komprehensif mengingat volume data yang dihasilkan sangat besar. Selain itu, aspek ketersediaan (availability), keandalan (reliability), serta keamanan (security) data menjadi perhatian utama bagi keandalan operasional sektor ketenagalistrikan.
Ke depan, kedua perusahaan akan mengembangkan kolaborasi pada area yang relevan dengan kebutuhan sektor. Kerja sama ini mencakup modernisasi infrastruktur jaringan dan konektivitas untuk aset ketenagalistrikan, integrasi sistem pemantauan berbasis data, serta layanan terkelola untuk mendukung keandalan operasional.
Direktur Utama PLN ES, Susiana Mutia, menilai kemitraan dengan Alita menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi kapabilitas ketenagalistrikan dan teknologi nasional untuk menjawab kebutuhan sektor ketenagalistrikan yang terus berkembang.
“Kemitraan dengan Alita merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara kapabilitas PLN Electricity Services di sektor ketenagalistrikan dengan kompetensi teknologi dan engineering nasional. Kebutuhan ketenagalistrikan ke depan tidak hanya menuntut keandalan dari sisi engineering, tetapi juga dukungan teknologi, infrastruktur, dan kemampuan integrasi sistem,” kata Susiana.
Susiana melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan kapabilitas dalam negeri untuk menjawab tantangan sektor yang terus berkembang. Kemitraan ini sekaligus mencerminkan peluang yang lebih luas bagi penguatan ekosistem teknologi nasional di sektor ketenagalistrikan.
Langkah ini juga memperbesar peran perusahaan dan talenta lokal dalam mendukung layanan listrik yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan bagi Indonesia.
“Kami mengapresiasi inisiatif PT Alita Praya Mitra untuk membuka komunikasi dan penjajakan bersama PLN Electricity Services. Pemanfaatan teknologi harus tetap ditempatkan dalam kerangka kebutuhan operasional dan tata kelola perusahaan, sehingga setiap solusi yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan nyata,” tambah Susiana.
Susiana juga menegaskan agar solusi tersebut memberikan manfaat yang terukur serta tetap memperhatikan aspek keamanan, efektivitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pihaknya berharap MoU ini tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, melainkan menjadi pintu masuk bagi komunikasi yang lebih konstruktif dan produktif ke depannya.
Redaksi



