Wednesday, May 13, 2026

Fortinet Ungkap Strategi Platform Tangkis Kompleksitas Siber dan Ancaman AI

Must Read

marketinginsight.id – Laju kompleksitas teknologi informasi dan lonjakan ancaman berbasis kecerdasan buatan (AI) kini melampaui kapasitas respons mayoritas organisasi di kawasan Asia Pasifik.

Kondisi tersebut mendesak para pelaku industri untuk segera merombak arsitektur keamanan mereka demi menjaga keberlangsungan operasional bisnis.

Guna mengatasi celah tersebut, integrasi sistem keamanan menjadi langkah mutlak agar perlindungan data dapat berjalan lebih adaptif dan efisien.

Studi terbaru dari Forrester Consulting bersama Fortinet mengungkap adanya urgensi tinggi bagi perusahaan untuk menyederhanakan infrastruktur digital mereka.

Sebanyak 69 persen organisasi menempatkan serangan berbasis AI sebagai ancaman paling mengkhawatirkan saat ini.

Ditambah lagi, fragmentasi alat pengaman dan banjir peringatan bahaya (alert) membuat tim pemantau kesulitan menyaring ancaman yang benar-benar nyata.

Riset ini juga menunjukkan bahwa 68 persen organisasi di kawasan ini masih berada di tingkat kematangan keamanan siber fase menengah.

Hanya sekitar 16 persen dari total organisasi yang dinilai telah mencapai tingkat lanjut atau benar-benar siap menghadapi serangan modern.

Kesenjangan ini mempertegas bahwa tumpukan solusi keamanan yang terpisah justru memperbesar risiko alih-alih melindunginya.

Tekanan operasional yang tinggi mendorong gelombang migrasi besar-besaran dari sistem keamanan tradisional ke platform terpadu.

Saat ini, baru 29 persen organisasi yang menggunakan sistem terintegrasi tersebut. Namun, angka adopsi ini diproyeksikan melonjak hingga mencapai 60 persen dalam dua tahun ke depan demi menyederhanakan kontrol keamanan.

“Organisasi di Asia Pasifik saat ini menghadapi tantangan ganda, yakni ancaman berbasis AI yang berkembang pesat serta kompleksitas internal,” ujar Amelia Lau selaku Project Lead Forrester Consulting.

Menurut Lau, peralihan menuju pendekatan berbasis platform yang terintegrasi menjadi kunci utama untuk meningkatkan visibilitas dan efisiensi.

Upaya konsolidasi ini digadang-gadang dapat mengurangi keragaman alat keamanan hingga 58 persen. Selain itu, integrasi ini dinilai mampu mengoptimalkan pengelolaan lingkungan kerja hybrid yang kian rumit.

Melalui langkah ini, organisasi berharap dapat mengoptimalkan metrik respons insiden dan produktivitas analis mereka secara signifikan.

Meski demikian, proses transisi ini tidak luput dari sejumlah hambatan teknis di lapangan. Sebanyak 51 persen organisasi mengkhawatirkan besarnya biaya migrasi serta potensi gangguan operasional yang mungkin timbul.

Di sisi lain, 46 persen organisasi juga masih meragukan keandalan fungsional dari platform lintas domain yang ada saat ini.

Investasi di sektor kecerdasan buatan dilaporkan terus meningkat pesat dengan persentase mencapai 95 persen anggaran baru.

Mayoritas organisasi meyakini kehadiran AI dapat mempercepat proses deteksi dini serta memangkas prosedur manual. Sayangnya, implementasi tersebut kerap terbentur oleh minimnya kesiapan data internal organisasi.

Country Director Fortinet Indonesia, Edwin Lim, menjelaskan bahwa fragmentasi alat dan terbatasnya visibilitas membuat deteksi ancaman menjadi kian sulit.

Lim menegaskan bahwa Fortinet hadir membantu organisasi menyederhanakan arsitektur keamanan melalui platform terpadu yang didukung otomatisasi AI.

Penerapan AI yang berdiri sendiri tanpa penyelarasan sistem dinilai justru berpotensi memicu kekacauan baru. Tanpa adanya integrasi data yang solid, kecerdasan buatan tidak akan mampu bekerja secara optimal dalam mendeteksi serangan.

Senada dengan hal tersebut, VP of Marketing and Communications APAC Fortinet, Rashish Pandey, mengingatkan bahwa AI membutuhkan fondasi yang terintegrasi untuk memberikan dampak nyata. Tanpa visibilitas terpadu, AI justru berisiko memperumit sistem pertahanan organisasi.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Starbucks Indonesia Hadirkan Keajaiban Harry Potter Lewat Kolaborasi Eksklusif

marketinginsight.id – Antusiasme membara saat dua ikon dunia bersatu! Starbucks bermitra dengan Warner Bros. Discovery Global Consumer Products untuk menghadirkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img