PRISM Gandeng BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Hotel

Must Read

marketinginsight.id – Penguatan standar keselamatan dan manajemen risiko kini menjadi fondasi utama dalam membangun reputasi serta keberlanjutan bisnis hospitality. Di tengah tingginya ancaman krisis operasional dan bencana alam, kesiapan pengelola aset penginapan dalam melindungi tamu serta karyawan menjadi indikator krusial mutu pelayanan.

Strategi penanganan darurat yang adaptif tidak cukup hanya bertumpu pada ketersediaan dokumen panduan formal semata. Langkah pembenahan internal menuntut pengujian langsung melalui pelatihan terpadu agar seluruh staf operasional mampu merespons setiap potensi ancaman secara terukur dan sigap.

Kolaborasi antara pelaku industri akomodasi dan otoritas penanggulangan bencana nasional menjadi momentum strategis untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih tangguh. Sinergi ini memperkuat standar keselamatan sektor perhotelan sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap layanan hospitality nasional.

Sektor perhotelan nasional menghadapi tuntutan ketat dalam memastikan standar keselamatan yang adaptif terhadap potensi bencana alam maupun krisis operasional. Upaya mitigasi risiko di lingkungan penginapan kini menjadi tolok ukur utama bagi kualitas pelayanan serta perlindungan terhadap tamu dan karyawan.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas internal yang melibatkan sinergi langsung antara korporasi pariwisata dan lembaga penanggulangan bencana negara. Kolaborasi ini dirancang untuk menerjemahkan prosedur keselamatan standar ke dalam bentuk simulasi praktis yang aplikatif di lapangan.

PRISM, perusahaan induk OYO Indonesia, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Hospitality Emergency Preparedness: Kesiapsiagaan dan Respons Darurat untuk Keselamatan Tamu dan Karyawan”. Kegiatan ini diikuti oleh karyawan manajemen dan staf hotel jaringan PRISM di seluruh Indonesia.

Pelatihan ini merupakan upaya PRISM untuk memperkuat kesiapsiagaan dan prosedur keselamatan bagi karyawan dan tamu hotel. Langkah tersebut diambil agar mereka memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai risiko bencana, respons darurat, prosedur evakuasi, penanganan tamu, serta komunikasi dalam situasi krisis.

Dalam situasi darurat, kesiapan staf hotel menjadi sangat penting karena mereka merupakan pihak yang berada paling dekat dengan tamu. Staf hotel juga menjadi bagian awal dari respons di dalam area penginapan.

Penyampaian informasi yang jelas, arahan yang tepat, serta membantu tamu untuk mengikuti prosedur keselamatan menjadi prioritas utama. Bagi PRISM, kesiapsiagaan merupakan bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan bisnis hospitality.

Menjaga operasional bisnis tetap berjalan merupakan bagian dari tanggung jawab korporasi, namun keselamatan tamu dan karyawan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap situasi darurat. Melalui kolaborasi dengan BNPB, PRISM juga mendorong pertukaran pengetahuan antara pemerintah dan pelaku industri.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan pemahaman mengenai kesiapsiagaan di sektor perhotelan secara menyeluruh. Pawas Sharma selaku Business Head SEAME & LATAM PRISM memberikan penjelasan terkait komitmen perusahaan.

Pawas Sharma mengatakan bahwa keselamatan tamu, pemilik properti, serta staf dan karyawan merupakan bagian penting dari tanggung jawab mereka sebagai perusahaan hospitality. Kesiapsiagaan bukan hanya soal apa yang dilakukan setelah bencana terjadi, tetapi bagaimana perusahaan mempersiapkan tim dan properti agar mampu merespons dengan cepat dan tepat.

Pawas Sharma menambahkan bahwa melalui kolaborasi dengan BNPB, pihak manajemen ingin membuka akses terhadap pengetahuan dan arahan praktis. Arahan tersebut dapat langsung diterapkan oleh tim hospitality dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.

Dalam sesi tersebut, BNPB memberikan pemaparan mengenai manajemen risiko dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan hotel. Materi mencakup pentingnya memahami potensi risiko di masing-masing wilayah serta memiliki rencana tanggap darurat yang matang.

Setiap anggota tim juga harus memastikan diri memahami peran dan tanggung jawabnya secara spesifik. Materi pelatihan turut membahas kesiapan menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk gempa bumi, tsunami, banjir, dan kebakaran.

Selain itu, ditekankan pula pentingnya memiliki prosedur evakuasi dan komunikasi yang jelas. BNPB menekankan pentingnya memastikan kesiapan untuk tamu dengan kebutuhan khusus dan kelompok rentan.

Kelompok rentan tersebut meliputi anak-anak, lansia, perempuan hamil, dan penyandang disabilitas. Dalam konteks operasional hotel, kesiapan tersebut dapat diperkuat melalui penunjukan personel yang bertanggung jawab atas keselamatan di setiap lantai.

Langkah pendukung lainnya mencakup penyediaan rute evakuasi yang jelas serta identifikasi titik kumpul yang aman. Pengelola juga wajib mengadakan latihan dan simulasi evakuasi secara berkala.

Drs. Pangarso Suryotomo, M.M.B., selaku Direktur Kesiapsiagaan BNPB, menyampaikan pandangannya mengenai esensi mitigasi. Pangarso Suryotomo menyatakan bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Setiap lingkungan, termasuk sektor hospitality, perlu memahami potensi risiko di wilayahnya masing-masing. Mereka juga harus memiliki rencana dan kapasitas untuk merespons keadaan darurat dengan tepat.

Hotel memiliki karakteristik tersendiri karena harus memastikan keselamatan tamu dan pekerja yang mungkin memiliki tingkat pemahaman berbeda terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Selain sesi pemaparan materi, peserta juga mengikuti simulasi praktis kesiapsiagaan gempa dan evakuasi.

Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada teknik “Drop, Cover, and Hold On”. Teknik tersebut merupakan tindakan perlindungan diri saat terjadi gempa, sebelum dilanjutkan dengan simulasi evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Simulasi ini memberikan gambaran mengenai bagaimana respons awal perlu dilakukan secara cepat dan terkoordinasi sebelum proses evakuasi berlangsung. Sesi praktik juga menekankan pentingnya rute evakuasi yang jelas dan penunjukan penanggung jawab di setiap lantai.

Faktor pendukung lain meliputi ketersediaan peralatan darurat serta komunikasi yang efektif kepada tamu selama keadaan darurat. Peralatan kesiapsiagaan yang dibahas antara lain mencakup dokumen penting, makanan, air, obat-obatan, pakaian, dan uang tunai.

Bagi PRISM, pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun standar kesiapsiagaan yang dapat diterapkan dalam operasional properti. Kesiapan tidak berhenti pada keberadaan prosedur tertulis saja.

Prosedur tersebut perlu diterjemahkan menjadi latihan rutin, pembagian peran yang jelas, dan penyediaan fasilitas keselamatan yang mudah dikenali. Tim di lapangan juga harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan tamu dalam kondisi yang penuh tekanan.

Abhijeet Singh selaku Country Head PRISM Indonesia memberikan catatan penutup terkait visi perusahaan. Abhijeet Singh mengatakan bahwa hospitality pada dasarnya adalah bisnis yang berhubungan langsung dengan manusia.

Oleh karena itu, keselamatan bukan hanya menjadi bagian dari respons ketika terjadi keadaan darurat. Keselamatan juga perlu dibangun dalam cara perusahaan menjalankan operasional sehari-hari.

Melalui kolaborasi dengan BNPB, pihak manajemen ingin meningkatkan kesiapan pemilik hotel, operator, dan tim di properti dalam menghadapi situasi darurat. Hal ini diharapkan mampu membuat keselamatan tamu dan karyawan menjadi bagian yang semakin kuat dalam operasional hospitality.

Melalui kolaborasi ini, PRISM berharap dapat mendorong kesiapsiagaan yang lebih baik di sektor hospitality. Langkah ini sekaligus memperkuat pemahaman bahwa kesiapan menghadapi situasi darurat merupakan bagian dari tanggung jawab setiap properti.

Dengan tim yang lebih siap dan memahami perannya, properti diharapkan dapat memberikan respons yang lebih terkoordinasi. Upaya ini akan menjaga keselamatan tamu dan karyawan secara optimal ketika menghadapi keadaan darurat.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Sequis SHEPRENEUR Dukung Literasi Keuangan Perempuan Pengusaha

marketinginsight.id – PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) menyelenggarakan “Sequis Connect Lunch: A Seat at Her Table” (24/4) sebagai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img