marketinginsight.id – Persaingan industri asuransi jiwa nasional kini makin menuntut inovasi berkelanjutan dalam menjaga retensi serta kepuasan para pengguna jasa. Kualitas layanan operasional dan kecepatan penanganan klaim menjadi tolok ukur utama dalam membangun kepercayaan pasar secara jangka panjang.
Pendekatan personalisasi serta kemudahan akses layanan terbukti menjadi strategi efektif untuk memperkuat loyalitas pemegang polis. Kombinasi antara integrasi teknologi digital dan penguatan jaringan operasional tatap muka makin krusial dalam merespons dinamika kebutuhan masyarakat modern.
Langkah transformatif tersebut menjadi fondasi penting bagi para pelaku industri keuangan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis yang stabil. Perusahaan yang konsisten memprioritaskan keterbukaan komunikasi dan kemudahan proteksi cenderung memiliki daya saing yang lebih unggul.
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) mempertegas komitmennya dalam mengedepankan kualitas pelayanan dan kepuasan nasabah melalui berbagai kemudahan akses layanan. Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bagi perusahaan bahwa kepercayaan nasabah merupakan fondasi utama dalam industri perlindungan.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, jajaran Direksi turun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dan mendengarkan kebutuhan nasabah. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya manajemen untuk memastikan layanan yang diberikan perusahaan terus relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Direktur Bisnis Individu Merangkap Plt. Direktur Bisnis Korporasi IFG Life, Fabiola Noralita, melakukan kunjungan ke PT Hutama Karya (Persero) sebagai salah satu nasabah korporasi. Pimpinan bisnis tersebut juga turun langsung memberikan pelayanan dan berinteraksi dengan nasabah di Kantor Representatif Jakarta.
Sementara itu, Direktur Investasi Merangkap Plt. Direktur Operasional IFG Life, Mufri Dharmawan, melakukan kunjungan ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Bandung. Selain bertemu dengan nasabah korporasi, jajaran direksi ini juga turut terlibat langsung dalam pelayanan di Kantor Representatif Bandung dan Tasikmalaya.
Kehadiran langsung jajaran manajemen tersebut menjadi wujud kepedulian perusahaan dalam memahami pengalaman nasabah secara lebih dekat. Langkah ini juga menjadi sarana untuk mendengarkan masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan.
Mufri Dharmawan menyampaikan bahwa perusahaan berusaha memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat pada setiap tahap kehidupan. Pihaknya terus menghadirkan layanan yang ramah, mudah diakses, serta sesuai kebutuhan melalui jaringan tatap muka maupun teknologi digital.
Komitmen tersebut juga tercermin dari upaya perusahaan dalam memastikan kemudahan proses pengajuan dan penyelesaian klaim. Nasabah dapat memperoleh informasi serta layanan melalui berbagai kanal bantuan dan platform digital One by IFG.
Proses klaim dijalankan secara transparan sesuai ketentuan polis dan tanpa dipungut biaya tambahan. Dari Januari hingga Juli 2026, perusahaan telah membayarkan total klaim sebesar Rp9,4 triliun sebagai bentuk tanggung jawab perlindungan.
Untuk memastikan jangkauan layanan secara luas, jaringan operasional telah tersedia melalui kantor representatif di 20 kota di Indonesia. Kantor cabang tersebut tersebar mulai dari Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Jayapura.
Selain memperkuat layanan secara langsung, perusahaan terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat melalui ekosistem digital One by IFG. Platform digital terintegrasi milik Indonesia Financial Group tersebut menghubungkan berbagai kebutuhan finansial dalam satu sistem.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengakses layanan, memilih produk, melakukan transaksi, hingga memperoleh layanan purnajual. Hingga Juli 2026, platform ini telah mencatat sekitar 821.000 unduhan dengan jumlah registrasi mencapai 541.000 pengguna.
Penguatan layanan secara langsung dan digital menjadi bagian dari strategi untuk memberikan pengalaman yang semakin mudah dan inklusif. Nasabah di perkotaan dapat memanfaatkan platform digital, sementara nasabah yang membutuhkan pendampingan tetap dapat mengakses jaringan kantor fisik.
Redaksi



