marketinginsight.id – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan kini menuntut bisnis untuk bergerak cepat dalam mengadopsi infrastruktur yang adaptif. Tantangan utama korporasi saat ini adalah menyelaraskan sistem warisan dengan tuntutan aplikasi AI modern yang dinamis.
Langkah integrasi tersebut kerap membentur kendala teknis akibat tingginya biaya perancangan ulang arsitektur data. Pemisahan antara ekosistem kontainer dan mesin virtual sering menciptakan hambatan operasional di tingkat produksi.
Memahami dinamika pasar tersebut, penyedia platform data terpadu terus menghadirkan terobosan arsitektur dual-native. Inovasi ini mempermudah efisiensi operasional sekaligus mempercepat pengembalian investasi teknologi enterprise.
Nutanix mengumumkan ketersediaan umum Nutanix Enterprise AI (NAI) 2.8 dan peluncuran Nutanix Kubernetes Platform (NKP) 2.19 yang akan hadir dalam waktu dekat. Peluncuran ini disertai berbagai insentif, program, dan sumber daya baru untuk membantu mitra mempercepat pertumbuhan melalui pemanfaatan peluang AI.
Banyak perusahaan menghadapi hambatan besar saat mengimplementasikan kecerdasan buatan karena percepatan beralih ke lingkungan container di satu sisi, sementara aplikasi serta data penting masih tersebar di lingkungan virtualisasi. Perbedaan ini kerap memaksa pembentukan silo baru dalam infrastruktur, pemindahan data, atau perancangan ulang beban kerja agar AI dapat berjalan berdampingan dengan sistem yang ada.
Nutanix mengatasi tantangan tersebut melalui arsitektur dual-native terkelola yang mampu menjalankan aplikasi tradisional dan AI modern secara berdampingan. Infrastruktur ini terintegrasi dengan mitra silicon untuk memberikan pilihan fleksibel kepada pengguna.
Dengan menghadirkan AI langsung ke lokasi data enterprise berada, organisasi dapat mengurangi silo dan mempercepat hasil investasi tanpa perlu perancangan ulang yang mahal. Penambahan kapabilitas ini tidak membebani lapisan jaringan maupun lapisan data yang sudah terbangun.
Group Chief Information Officer Power International Holding, Jasim Abdul Rahman, menyampaikan tanggapannya terkait keandalan platform ini. “Nutanix Cloud Platform memberikan kami arsitektur dual-native yang memiliki tata kelola dan menghadirkan AI ke aplikasi serta data kami di seluruh lingkungan virtual machine dan container. Hal ini membantu mempercepat inovasi AI di seluruh lingkungan produksi yang menjadi tumpuan organisasi kami,” ungkapnya.
Implementasi teknologi ini secara nyata mendorong akselerasi inovasi di lingkungan produksi utama enterprise. Konsistensi operasional pada mesin virtual dan sistem container dapat terjaga secara bersamaan tanpa menimbulkan hambatan teknis.
Memperluas kapabilitas NCP, NAI dan NKP dirancang agar organisasi dapat menjalankan, mengelola, serta mengatur tata kelola AI dan aplikasi berbasis container secara aman melalui satu control plane terpadu. Solusi melengkapi kapabilitas platform untuk menghadirkan performa mendekati bare metal di atas infrastruktur virtualisasi seperti pada NCI 7.6.
Penawaran ini memberikan alternatif fleksibel dibanding stack infrastruktur lain yang membatasi pilihan arsitektur serta membengkakkan biaya. Perusahaan terhindar dari tuntutan perubahan platform yang disruptif saat melakukan modernisasi sistem.
Executive Vice President Product Management Nutanix, Thomas Cornely, menggarisbawahi efisiensi arsitektur ini bagi bisnis. “Penerapan Enterprise AI seharusnya tidak menuntut pelanggan untuk membangun ulang sistem yang selama ini menjalankan bisnis mereka. Melalui arsitektur dual-native kami, pelanggan dapat menghadirkan AI langsung ke aplikasi dan data yang sudah ada, sekaligus menjalankan setiap workload pada infrastruktur yang paling sesuai untuknya, didukung operasional dan tata kelola yang konsisten di seluruh VM, container, dan AI,” jelasnya.
Pihaknya menambahkan bahwa langkah ini memberikan kemudahan navigasi teknis bagi enterprise. “Hal ini memberikan organisasi jalur yang practical menuju tahap produksi tanpa perlu menciptakan silo baru atau membatasi pilihan mereka di masa depan,” tambahnya.
Dalam konteks regional, kebutuhan transformasi bisnis juga dirasakan kian mendesak. Vice President and General Manager APJ Nutanix, Jay Tuseth, menyoroti dinamika adopsi kecerdasan buatan di kawasan Asia Pasifik dan Jepang.
“Organisasi di seluruh kawasan APJ kini dituntut untuk mengubah ambisi AI menjadi hasil bisnis yang nyata, sembari tetap mendukung aplikasi dan infrastruktur yang selama ini mereka andalkan. Seiring adopsi agentic AI yang semakin pesat, prioritas di kawasan ini adalah menemukan cara yang lebih sederhana untuk menjalankan AI dalam skala besar, lengkap dengan tata kelola, keamanan, dan konsistensi yang dibutuhkan oleh lingkungan produksi,” papar Jay Tuseth.
Pihaknya menegaskan pentingnya fleksibilitas bagi korporasi dan mitra industri. “Pelanggan menginginkan fleksibilitas untuk mengadopsi AI sesuai dengan kebutuhan dan strategi mereka sendiri, tanpa harus memulai proyek perancangan ulang arsitektur berskala besar. Pada saat yang sama, terbuka peluang besar bagi para mitra dan service provider untuk mengembangkan layanan AI dan cloud baru yang dapat membantu pelanggan mempercepat upaya modernisasi mereka,” tegasnya.
Bagi para mitra, program Powered by Nutanix Verified Services bertujuan membantu memanfaatkan perubahan industri serta pengimplementasian AI generasi berikutnya. Mitra diberdayakan untuk membangun praktik layanan tervalidasi dengan margin tinggi yang mencakup seluruh siklus hidup pelanggan.
Guna mengoperasionalkan penawaran baru yang fleksibel ini, Service Provider Central menyediakan fondasi cloud multitenant yang adaptif. Penyedia layanan memperoleh kendali penuh untuk mengembangkan layanan infrastruktur, platform, cloud-native, dan AI sesuai strategi mandiri.
Peningkatan Nutanix Enterprise AI dan Keamanan Model
NAI menghadirkan platform terpadu dan aman untuk mengimplementasikan, mengelola, serta menskalakan beban kerja AI di berbagai lingkungan hybrid. Solusi memungkinkan penerapan tata kelola terhadap agent dan model, visibilitas token, hingga kemudahan integrasi dengan infrastruktur terpasang.
Pembaruan utama NAI mencakup Agent Gateway yang kini dilengkapi MCP Gateway untuk akses aman agent AI ke tools dan data tanpa engineering khusus. Tersedia pula MCP Server untuk NCP guna membantu pembangunan aplikasi agentic AI dengan kontrol terpusat.
Fitur Private Inference menghadirkan kapabilitas inference dan fine-tuning canggih yang mendukung multi-GPU terdistribusi berlatensi rendah. Dukungan mencakup Parameter-Efficient Fine-Tuning LoRA pada model kecil serta Speculative Decoding yang mempercepat pembuatan token hingga 2,5 kali lipat.
Penguatan keamanan terhadap rogue AI menjadi prioritas utama melalui Identity and Access Management terperinci dan custom roles. Platform ini menegakkan prinsip least privilege serta mendukung pengimplementasian NIM pada lingkungan NVIDIA yang terisolasi dari jaringan luar.
Nutanix Kubernetes Platform dan Performa Storage AI
Melalui NKP, organisasi dapat menyederhanakan operasional container di atas bare metal maupun mesin virtual tanpa perlu merangkai stack kustom yang kompleks. Rilis mendatang menghadirkan platform yang dioptimalkan untuk menjalankan aplikasi agentic berskala besar secara tangguh.
NKP Metal dihadirkan untuk membawa kemudahan otomatisasi OS, firmware, dan storage persisten pada Kubernetes bare metal. Di sisi lain, NKP pada AHV dipadukan dengan Nutanix Flow menyediakan sandboxing jaringan kuat untuk mengisolasi risiko serangan rogue.
Katalog aplikasi AI menawarkan implementasi simpel untuk software terkurasi seperti Kubeflow, Milvus, dan Slurm guna mengatasi kendala integrasi manual. Platform ini juga telah mengantongi sertifikasi resmi CNCF Certified Kubernetes AI Conformant.
Nutanix Unified Storage (NUS) baru-baru ini memperoleh validasi NVIDIA-Certified Storage di tingkat enterprise. Jalur data berlatensi rendah dan ber-throughput tinggi NUS memastikan pemanfaatan GPU secara maksimal pada beban kerja produksi.
Analis Industri IDC, Matt Flug, memberikan pandangan independen mengenai langkah strategis Nutanix di lanskap persaingan pasar. “Dengan memperkenalkan model ‘dual native’ yang menyatukan berbagai layanan seperti jaringan, keamanan, dan perlindungan data di seluruh VM dan container, Nutanix memperkuat posisinya di tengah lanskap persaingan, di mana penegakan policy yang konsisten dan manajemen lifecycle menjadi faktor pembeda utama,” jelasnya.
Pengamatan tersebut sejalan dengan pergeseran prioritas arsitektur TI di tingkat korporat. “Perusahaan semakin memprioritaskan konsistensi platform seiring dengan portofolio aplikasi mereka yang mencakup desain legacy, refactored, dan cloud-native,” ungkap Matt Flug.
Dukungan Ekosistem Mitra dan Program Migrasi
Riset Gartner memproyeksikan bahwa pada 2029 sebanyak 55 persen perusahaan akan memigrasikan seluruh beban kerja dari VMware ke solusi alternatif. Nutanix merespons pergeseran ini dengan meluncurkan program Powered by Nutanix Verified Services untuk menciptakan alur pendapatan berulang bagi mitra.
Program dilengkapi service delivery kit komprehensif serta badge eksklusif mencakup infrastruktur cloud hybrid, Kubernetes, dan migrasi VM. Langkah ini dibarengi ketersediaan Service Provider Central sebagai control plane multitenant terpadu untuk efisiensi lisensi mitra.
Chief Technology Officer Continent 8 Technologies, Edward O’Connor, membagikan pengalamannya dalam menjalin kemitraan strategis ini. “Di Continent 8 Technologies, kami telah bekerja sama secara erat dengan Nutanix untuk membantu merancang layanan cloud generasi berikutnya bagi industri yang diawasi ketat regulasi. Kolaborasi kami yang berkelanjutan dengan Nutanix, termasuk pengembangan Service Provider Central, berfokus pada upaya membantu pelanggan mengadopsi kapabilitas cloud dan AI modern tanpa menambahkan kompleksitas yang tidak perlu,” tuturnya.
Edward O’Connor menambahkan bahwa sinergi ini memberikan rasa aman bagi pelaku industri sensitif. “Bersama-sama, kami memungkinkan organisasi di industri yang sangat diawasi ketat regulasi untuk berinovasi lebih cepat dan berfokus pada bisnis inti mereka, sekaligus mempertahankan tingkat keamanan, compliance, dan kontrol operasional yang mereka butuhkan,” lanjutnya.
Saat ini NAI 2.8 dan SP Central telah tersedia secara umum di pasar global. Sementara itu, ketersediaan NKP 2.19 dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.
Redaksi



