marketinginsight.id – Dunia bisnis kini sedang beralih dari sekadar mencoba teknologi kecerdasan buatan menjadi penerapan skala penuh yang lebih sistematis.
Langkah strategis ini menuntut fondasi data yang sangat kokoh agar setiap proses otomatisasi dapat berjalan dengan akurasi tinggi.
Hitachi Vantara merespons kebutuhan tersebut dengan menghadirkan solusi infrastruktur yang dirancang khusus untuk mendukung sistem AI yang mampu bekerja mandiri.
Fokus utamanya adalah memberikan kendali penuh kepada perusahaan dalam mengelola kedaulatan data di lingkungan kerja mereka sendiri.
Kehadiran fitur-fitur baru ini menandai era baru di mana kecerdasan buatan tidak lagi hanya menjawab pertanyaan, tetapi aktif mengoordinasikan tugas-tugas kompleks.
Transformasi ini didukung oleh integrasi perangkat keras berperforma tinggi dan perangkat lunak yang cerdas.
Ekspansi portofolio Hitachi iQ membawa pilihan perangkat keras mutakhir yang mendukung beban kerja AI paling berat sekalipun.
Sistem ini kini mendukung unit pemrosesan grafis NVIDIA Blackwell yang tersedia dalam opsi pendingin udara maupun cairan.
Selain itu, terdapat dukungan untuk sistem berbasis NVIDIA MGX yang mampu menampung hingga empat unit GPU NVIDIA RTX PRO 6000 Blackwell Server Edition.
Hitachi Vantara juga berencana untuk segera mengintegrasikan GPU NVIDIA RTX PRO 4500 Blackwell Server Edition ke dalam ekosistemnya.
Fleksibilitas ini memungkinkan perusahaan menyesuaikan kekuatan komputasi dengan kebutuhan spesifik, mulai dari pengembangan model hingga aplikasi agen AI yang kompleks.
Seluruh komponen tersebut disatukan dalam tumpukan infrastruktur tervalidasi yang menjaga data tetap dekat dengan pusat pemrosesan.
Pemanfaatan platform data Virtual Storage Platform One (VSP One) menjadi tulang punggung yang menjamin keandalan performa di setiap operasional.
Dengan dukungan solusi HMAX, kekuatan kecerdasan buatan ini juga diintegrasikan langsung ke dalam infrastruktur sosial yang lebih luas.
Cetak Biru Cerdas untuk Pengelolaan Agen AI
Melalui Hitachi iQ Studio, perusahaan kini dapat merancang dan mengelola agen AI dengan pengawasan serta kepatuhan tingkat tinggi.
Perangkat lunak ini memperkenalkan koordinasi multi-agen yang membagi peran secara terstruktur menjadi model pengawas dan pekerja.
Agen pekerja bertugas mengeksekusi tugas teknis, sementara agen pengawas melakukan koordinasi alur kerja dan penyesuaian berdasarkan hasil yang dicapai.
Pendekatan ini memastikan setiap proses otomatisasi tetap efisien, transparan, dan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang berlaku.
Kemampuan Hitachi iQ Studio semakin diperkuat dengan dukungan model NVIDIA Nemotron yang dirancang untuk membangun sistem AI berbasis alat yang canggih.
Fitur time machine yang baru juga memungkinkan sistem menelusuri data historis dengan konteks dan kecepatan yang luar biasa.
Inovasi ini sangat krusial bagi industri yang mengandalkan pola data jangka panjang untuk pengambilan keputusan strategis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Integrasi dengan teknologi Hammerspace semakin mempermudah akses data tanpa harus memindahkan lokasi penyimpanan aslinya.
Octavian Tanase selaku Chief Product Officer Hitachi Vantara menekankan bahwa perusahaan memerlukan fondasi data yang siap sebelum membawa AI ke tahap produksi.
Peningkatan ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas serta kontrol lebih besar bagi pelanggan dalam mengalihkan proyek AI dari fase uji coba menuju implementasi nyata.
Senada dengan hal tersebut, Jason Hardy dari NVIDIA menyatakan bahwa infrastruktur AI yang optimal sangat penting untuk mendukung berbagai hasil bisnis yang konsisten.
Kolaborasi kedua perusahaan ini terus berkembang hingga rencana pengembangan solusi penyimpanan asli AI menggunakan arsitektur referensi NVIDIA STX yang akan datang.
Redaksi



