Thursday, April 2, 2026

Studi Zebra Ungkap Peran Gen AI dalam Transformasi Retail Asia Pasifik

Must Read

marketinginsight.id – Lanskap industri retail saat ini tengah menghadapi titik balik yang signifikan seiring dengan perubahan ekspektasi pelanggan yang semakin dinamis.

Perusahaan retail kini dituntut untuk tidak hanya sekadar menjual produk, tetapi juga menghadirkan efisiensi operasional yang cerdas melalui integrasi teknologi mutakhir.

Penerapan kecerdasan buatan generatif atau Gen AI muncul sebagai pilar utama yang dipercaya mampu memperkuat sistem pertahanan bisnis dari berbagai risiko kerugian operasional.

Fokus pada transformasi digital ini menjadi sangat krusial mengingat tantangan ekonomi global dan inflasi terus membayangi perilaku belanja masyarakat.

Kebutuhan akan pengalaman belanja yang mulus dan personal kini menjadi standar baru yang harus dipenuhi oleh para pelaku usaha di kawasan Asia Pasifik.

Melalui langkah otomatisasi, perusahaan retail diharapkan mampu menjembatani celah antara layanan di toko fisik dengan kenyamanan ekosistem digital secara harmonis.

Berdasarkan laporan tahunan Global Shopper Study ke-18 dari Zebra Technologies, sebanyak 87% pemimpin retail di Asia Pasifik kini memprioritaskan peran Gen AI untuk pencegahan kerugian.

Teknologi ini dianggap sebagai instrumen vital dalam menjaga kesehatan finansial perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat kepuasan konsumen global saat ini sedang mengalami tren penurunan selama dua tahun berturut-turut.

Di wilayah Asia Pasifik, angka kepuasan belanja di toko fisik hanya menyentuh 75% sementara belanja online berada di level 69%.

Padahal pada tahun 2023, tingkat kepuasan belanja online di kawasan ini sempat mencapai angka yang cukup tinggi yakni sebesar 81%.

Penurunan ini mencerminkan adanya ketidakpuasan konsumen terhadap beberapa aspek layanan operasional yang disediakan oleh pihak retail.

Salah satu faktor utama pemicu kekecewaan pelanggan adalah seringnya ditemukan kondisi stok barang yang kosong di etalase toko.

Selain itu, konsumen juga merasa frustrasi ketika harus menghadapi produk yang terkunci atau minimnya fasilitas kasir mandiri.

Di sisi lain, staf toko juga menghadapi tekanan besar karena sulitnya mendapatkan akses informasi yang cepat untuk membantu pembeli.

Sebanyak 85% staf toko di Asia Pasifik melaporkan bahwa mereka butuh waktu lebih lama untuk memberikan bantuan yang tepat waktu kepada pelanggan.

Implementasi perangkat digital yang tepat terbukti mampu mengurangi tingkat stres kerja dan meningkatkan kepuasan karyawan secara signifikan.

Mayoritas staf yakin bahwa dukungan teknologi yang mumpuni dapat mempercepat penyelesaian tugas rutin mereka di lapangan.

Eric Ananda selaku Country Manager Indonesia dari Zebra Technologies menekankan bahwa pemimpin yang tangkas harus mampu menghubungkan pengalaman fisik dan digital.

Menurut Eric Ananda, alur kerja yang cerdas akan membantu perusahaan memberikan layanan yang cepat dan personal sesuai harapan pasar.

Optimalisasi Inventory dan Efisiensi Alur Kerja Retail

Masalah inventaris tetap menjadi tantangan klasik yang berdampak langsung pada loyalitas pelanggan serta keuntungan bersih perusahaan.

Faktanya, sekitar 47% pembeli di Asia Pasifik memilih meninggalkan toko tanpa membeli apapun karena produk yang dicari tidak tersedia.

Menanggapi fenomena tersebut, sekitar 85% pengambil keputusan di Asia Pasifik kini menjadikan sinkronisasi stok secara real-time sebagai prioritas utama.

Sinkronisasi ini sangat penting untuk memastikan data barang di sistem selalu sesuai dengan kondisi fisik di lapangan.

Dalam lima tahun ke depan, banyak perusahaan retail berencana mengadopsi teknologi canggih seperti computer vision dan RFID.

Penggunaan teknologi ini diproyeksikan dapat meningkatkan visibilitas barang serta menekan angka penyusutan stok yang merugikan.

Menariknya, penggunaan Gen AI di Asia Pasifik diprediksi akan lebih masif dengan angka rencana implementasi mencapai 62% dalam lima tahun mendatang. Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan proyeksi rata-rata global yang berada di kisaran 51%.

Perbaikan pada alur kerja pengelolaan inventaris terbukti memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas perusahaan.

Riset menunjukkan adanya potensi kenaikan profit hingga 1,8 poin persentase bagi perusahaan yang fokus pada area ini.

Otomatisasi untuk visibilitas stok secara real-time kini menempati posisi atas sebagai pendorong utama profitabilitas di toko fisik.

Selain itu, pemanfaatan iklan digital dalam toko juga menjadi strategi populer yang dilakukan oleh 42% pelaku usaha di Asia Pasifik.

Dalam skala global, tantangan ketersediaan stok ini juga sangat dirasakan di wilayah Amerika Latin dengan tingkat kegagalan belanja mencapai 60%.

Sementara di Amerika Utara, 80% staf toko setuju bahwa menjaga visibilitas stok barang yang kosong adalah tantangan yang sangat berat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Zebra Technologies terus menghadirkan berbagai solusi perangkat keras yang inovatif bagi industri retail.

Beberapa perangkat unggulan yang ditawarkan meliputi tablet ET401, komputer wearable WS301, hingga perangkat pemindai RFID seri DS82 dan FXP20.

Komitmen ini ditegaskan kembali oleh Eric Ananda yang menyatakan bahwa pembeli berhak mendapatkan pengalaman belanja terbaik di toko modern.

Peningkatan ketersediaan koneksi dan pengalaman yang mulus menjadi kunci bagi perusahaan untuk tetap kompetitif di masa depan.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Cove Bagikan Tips untuk Tinggalkan Kamar Kost Saat Mudik Lebaran

marketinginsight.id – Menjelang Lebaran, banyak perantau yang tinggal di kamar kost atau hunian lainnya mulai bersiap untuk mudik. Bagi para...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img