Thursday, April 2, 2026

Strategi Allianz Indonesia Amankan Biaya Sekolah Lewat THR

Must Read

marketinginsight.id – Menjelang momen Idulfitri tahun ini ini, karyawan akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan juga bonus tahunan karena waktunya yang berdekatan.

Momentum langka ini harus dimanfaatkan dengan baik. Gunakan tambahan dana segar bukan hanya untuk persiapan kebutuhan Lebaran, tapi juga untuk rencana finansial masa depan.

Salah satu rencana finansial yang penting, terutama bagi orang tua, adalah dana pendidikan anak karena biayanya yang selalu meningkat.

Membahas hal ini, Allianz Indonesia melalui Ruang Diskusi NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz), menghadirkan Certified Financial Planner Annisa Steviani dalam sesi bertajuk “Gaji Gak Kabur, Pendidikan Anak Jalan Teratur.”

Dalam diskusi tersebut, Annisa menekankan bahwa biaya pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun dan kerap melampaui pertumbuhan gaji tahunan.

“Banyak orang tua baru mulai memikirkan dana pendidikan ketika anak sudah masuk usia sekolah. Padahal, perencanaan idealnya dimulai sejak anak masih dalam kandungan atau sejak lahir. Semakin cepat dimulai, semakin ringan langkahnya,” ujar Annisa.

Ia menjelaskan, kenaikan biaya kuliah rata-rata mencapai 6,03% per tahun, sementara kenaikan gaji tahunan rata-rata hanya berkisar 3%.

Tanpa perencanaan yang matang, kondisi ini berisiko membuat orang tua harus mengorbankan kebutuhan lain atau bahkan berutang saat anak memasuki usia perguruan tinggi.

Karena itu, momen THR dan bonus tahunan dapat dimanfaatkan untuk membuka atau menambah alokasi dana khusus pendidikan anak, mengevaluasi kembali proyeksi kebutuhan biaya sekolah, serta menyesuaikan strategi menabung dengan kondisi keuangan terkini.

Dalam sesi tersebut, Annisa membagikan beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan orang tua. Pertama, melakukan survei sekolah yang diinginkan untuk mengetahui kisaran biaya masuk dan SPP, mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi.

Kedua, menyiapkan rencana alternatif atau plan B dan C apabila anak tidak diterima di sekolah pilihan pertama, dengan simulasi biaya yang berbeda.

Ketiga, membuat perencanaan terstruktur, untuk mencatat estimasi biaya per jenjang pendidikan beserta proyeksi kenaikannya agar memiliki gambaran angka yang realistis.

Keempat, mempertimbangkan jarak kelahiran anak, sehingga timeline pendidikan anak pertama dan berikutnya tidak bertumpuk dalam periode yang sama.

Selain faktor biaya sekolah, Annisa juga menekankan pentingnya mitigasi risiko dalam perencanaan pendidikan.

“Perencanaan pendidikan bukan hanya soal menabung. Orang tua juga perlu memikirkan risiko yang bisa mengganggu rencana, seperti sakit atau risiko meninggal dunia. Jika pencari nafkah utama mengalami risiko, maka dana pendidikan anak bisa ikut terdampak,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Head of Corporate Communications Allianz Indonesia, Wahyuni Murtiani, menyampaikan bahwa perencanaan pendidikan anak perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi tabungan atau investasi, tetapi juga perlindungan.

“Momentum menjelang Idulfitri sering kali menjadi waktu refleksi dan penataan ulang keuangan keluarga. THR dan bonus tahunan dapat menjadi langkah awal yang strategis untuk memperkuat dana pendidikan anak, sekaligus melengkapinya dengan perlindungan asuransi agar rencana jangka panjang tetap terjaga,” ujar Wahyuni.

Menurutnya, risiko kesehatan maupun risiko kehilangan pencari nafkah utama dapat memengaruhi kesinambungan pendidikan anak.

Oleh karena itu, perlindungan finansial menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas rencana masa depan keluarga.

Alih-alih habis untuk kebutuhan konsumtif, sebagian THR dapat dialokasikan untuk dana pendidikan anak, dana darurat keluarga, perlindungan terhadap risiko yang tak terduga, serta instrumen investasi jangka panjang sesuai profil risiko.

Menjawab kebutuhan tersebut, Allianz Syariah menghadirkan AlliSya Cerdas, produk asuransi jiwa dwiguna syariah yang dirancang untuk membantu orang tua menyiapkan dana pendidikan anak secara terencana dan sesuai prinsip syariah.

Produk ini memberikan kombinasi perlindungan jiwa dan manfaat tunai terjadwal yang dapat disesuaikan dengan tahapan kebutuhan pendidikan anak.

Di mana, peserta berhak menerima manfaat tunai sebesar 40% pada akhir tahun polis ke-8 dan 80% pada akhir tahun polis ke-11 sebelum polis berakhir, selaras dengan kebutuhan biaya pendidikan pada jenjang menengah hingga transisi ke jenjang berikutnya.

AlliSya Cerdas dapat dibeli secara digital melalui platform OptimAll Allianz dengan skema Guaranteed Issuance Offer (GIO) berbasis pernyataan kesehatan.

Kontribusi minimum mulai dari Rp500 ribu per bulan, dengan usia masuk anak 1 bulan hingga 17 tahun dan dewasa 18 hingga 50 tahun, sehingga memberikan kemudahan bagi orang tua yang ingin mulai merencanakan pendidikan anak secara lebih dini dan terstruktur.

Momentum THR dan bonus tahunan dapat menjadi langkah awal untuk memulai perencanaan tersebut. Kamu sebagai orang tua dapat mempertimbangkan mengalokasikan sebagian THR sebagai kontribusi awal atau pembayaran kontribusi beberapa bulan ke depan, sehingga dana pendidikan anak tidak hanya direncanakan, tetapi juga langsung dijalankan.

Dengan perencanaan yang matang dan disiplin, orang tua dapat memastikan pendidikan anak tetap berjalan teratur tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan keluarga di masa depan.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Harapan Baru Pasien Kanker Serviks Melalui Radioterapi Presisi

marketinginsight.id – Di tengah masih tingginya angka kanker serviks di Indonesia yang menempati peringkat kedua kanker terbanyak pada perempuan dengan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img