marketinginsight.id – Menjaga kesehatan kulit di tengah polusi perkotaan dan iklim tropis yang ekstrem kini menjadi tantangan besar bagi banyak perempuan di Indonesia.
Menjawab kebutuhan tersebut, Wardah menghadirkan Derma Sensitive Skin Rescue Moisturizer sebagai solusi perawatan yang dirancang khusus untuk membangun ketahanan kulit secara berkelanjutan.
Fenomena kulit sensitif telah menjadi perhatian global yang pertumbuhannya sangat pesat, termasuk di pasar kecantikan tanah air.
Paparan polusi, tingkat kelembapan yang tinggi, hingga kebiasaan menggunakan produk berbahan aktif secara berlebihan sering kali menjadi pemicu utama menurunnya toleransi kulit.
Banyak konsumen terjebak dalam siklus kulit sensitif, di mana mereka hanya fokus pada penenangan gejala sesaat tanpa memperbaiki kerusakan pada lapisan pelindung.
Wardah memahami bahwa kondisi ini membutuhkan pendekatan khusus yang berfokus pada penguatan skin barrier agar kulit tidak mudah bereaksi terhadap stimulus ringan.
Arum Pratiwi selaku Senior Head Brand Wardah Skincare Advance menjelaskan bahwa kulit sensitif harus ditangani dengan perspektif perawatan harian yang membangun toleransi.
Ia menekankan pentingnya produk yang mampu menjaga kenyamanan kulit agar tidak terus-menerus kembali ke fase reaktif yang mengganggu aktivitas.
Secara medis, dermatolog dr. Arini Widodo, SM, SpDVE menambahkan bahwa kulit sensitif memiliki ambang toleransi yang jauh lebih rendah terhadap faktor eksternal.
Gangguan pada pelindung alami kulit dapat memicu respon neuro-inflamasi yang menyebabkan kulit terasa perih, menyengat, hingga memerah.
Formula Unggul dengan Dukungan Evidence Based Science
Keunggulan utama dari pelembap ini terletak pada penggunaan bahan aktif berkualitas seperti Neutrazen™, Madecassoside, dan Biomimetic Ceramide.
Neutrazen™ bekerja efektif dalam mendukung sistem imunitas kulit, sementara Madecassoside berperan penting dalam meredakan kemerahan yang muncul akibat iritasi.
Kandungan Biomimetic Ceramide dalam formulanya dirancang secara cerdas untuk meniru lipid alami yang ada pada kulit manusia.
Hal ini memungkinkan pelembap untuk menjaga kelembapan lebih lama sekaligus memperkokoh struktur pertahanan kulit terhadap serangan faktor lingkungan yang merugikan.
Tekstur produk yang ringan telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah beriklim tropis agar tetap nyaman digunakan sepanjang hari.
Kombinasi sains dan riset mendalam ini memberikan keyakinan baru bagi pemilik kulit sensitif bahwa mereka tidak perlu lagi melakukan eksperimen produk yang berisiko.
Hasil uji klinis memberikan data yang sangat menjanjikan, di mana peningkatan hidrasi kulit mencapai angka 21,11 persen sejak pemakaian pertama.
Selain itu, tingkat kekasaran kulit terbukti menurun hingga 12,13 persen, memberikan efek halus yang bisa dirasakan langsung oleh para pengguna.
Keberhasilan produk ini juga dibuktikan dengan penurunan tingkat kemerahan atau eritema yang mencapai 93,55 persen setelah penggunaan rutin selama dua minggu.
Bahkan, penggunaan berkelanjutan menunjukkan dampak positif terhadap pengurangan ukuran jerawat hingga 89,71 persen, yang sering kali menyertai masalah kulit sensitif.
Dalam uji coba terhadap konsumen wanita dengan kulit sensitif, sebanyak 94 persen panelis melaporkan bahwa rasa gatal dan kemerahan berkurang drastis.
Pengalaman pengguna ini semakin memperkuat posisi Wardah sebagai pemimpin pasar yang mengedukasi masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang dapat dipercaya.
Sebagai pelopor kosmetik halal sejak 1995, Wardah terus berinovasi di bawah naungan PT Paragon Technology and Innovation (PTI).
Perusahaan yang didirikan oleh Nurhayati Subakat ini senantiasa mengedepankan kualitas untuk mendukung setiap perempuan tampil cantik sesuai karakter unik mereka masing-masing.
Semangat “Beauty Moves You” yang diusung Wardah mengajak perempuan untuk menjadi penggerak perubahan yang memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungan.
Melalui kolaborasi dengan tokoh inspiratif seperti Dewi Sandra hingga Yasmin Napper, Wardah menunjukkan bahwa solusinya relevan untuk berbagai lintas generasi.
Redaksi



