Thursday, April 2, 2026

LDC Perkuat Pertanian Regeneratif Kopi Indonesia untuk Pasar Global

Must Read

marketinginsight.id – Industri kopi dunia sedang berada di jalur pertumbuhan yang sangat masif dengan proyeksi nilai pasar mencapai 381,52 miliar dolar AS pada tahun 2034.

Indonesia memegang peran vital dalam ekosistem ini dengan menempati posisi ke-4 sebagai produsen kopi terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolumbia.

Potensi ekonomi yang besar ini mendorong Louis Dreyfus Company (LDC) untuk memperkuat kemitraan strategis dengan para petani lokal di tanah air.

Langkah ini diwujudkan melalui pengenalan praktik pertanian regeneratif yang dirancang untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Program bertajuk Stronger Coffee Initiative ini menjadi jawaban atas tantangan perubahan iklim yang mulai berdampak pada produktivitas perkebunan kopi di Indonesia.

Melalui pendekatan yang ramah lingkungan, LDC berkomitmen untuk memulihkan kesehatan tanah agar mampu menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi secara berkelanjutan.

Regional Program Manager Stronger Coffee Initiative LDC, Diva Tanzil, menjelaskan bahwa praktik ini fokus pada penguatan ketahanan lahan dan produktivitas jangka panjang.

Hingga akhir tahun 2025, inisiatif tersebut telah merangkul lebih dari 20.000 petani di wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, hingga Aceh.

Para petani mendapatkan pendampingan intensif mulai dari pelatihan agronomi hingga layanan teknis langsung di area perkebunan mereka.

Fokus budidaya terbagi menjadi dua, yakni jenis Robusta yang mendominasi wilayah Lampung dan Sumatera, serta Arabika yang dikembangkan oleh petani di Aceh.

Keberhasilan program ini juga terlihat dari penanaman 860.000 pohon sejak 2015 yang bertujuan untuk mendukung agroforestri dan konservasi keanekaragaman hayati.

LDC juga meluncurkan program Farmer Assistance and Support Team (FAST) yang melibatkan generasi muda untuk mengelola 285 hektare lahan kopi.

Dalam upaya menekan emisi, LDC berkolaborasi dengan Pandawa Agri Indonesia untuk mengganti pestisida sintetis dengan bahan alami yang lebih aman.

CEO Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa, menyebutkan bahwa penggunaan bahan ramah lingkungan ini berhasil mengurangi emisi hingga 2.000 CO2-e selama periode 2021-2025.

Hasil dari praktik ini adalah “kopi rendah emisi” yang memiliki nilai tambah tinggi di pasar internasional. Selain aspek lingkungan, petani juga dilindungi dari risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem melalui program asuransi perubahan iklim bersama Blue Marble.

APAC Head Blue Marble, Reinhard Marcellino, mencatat bahwa total klaim asuransi saat ini telah mencapai sekitar Rp78 juta.

Manfaat nyata lainnya adalah peningkatan hasil panen rata-rata menjadi 1 kg per tanaman dari yang sebelumnya hanya berkisar 700-800 gram.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Appdome Luncurkan Agentic AI Support Agent Baru, Tangani Penipuan Seluler Real Time

marketinginsight.id – Appdome, di ajang Black Hat Europe, meluncurkan Support Agent, peningkatan drastis dari agen Agentic AI sebelumnya yang dirancang untuk mendukung...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img