Tuesday, February 10, 2026

Laporan Prism Ungkap Lonjakan Wisata Domestik Luar Pulau Jawa

Must Read

marketinginsight.id – Momentum pergantian tahun selalu menjadi waktu yang paling dinantikan oleh masyarakat Indonesia untuk mengeksplorasi berbagai sudut nusantara.

Berdasarkan laporan terbaru, minat bepergian di penghujung tahun 2025 menuju 2026 menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi di berbagai daerah.

Keluarga dan pelancong bisnis kini tidak hanya terpaku pada satu jenis destinasi saja dalam merencanakan liburan mereka.

Pergeseran gaya hidup dan kemudahan akses transportasi telah mengubah cara orang Indonesia menikmati masa libur panjang mereka.

Fenomena ini menciptakan dinamika baru bagi industri pariwisata yang kini semakin tersebar merata dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

Pertumbuhan ini terlihat jelas melalui data mobilitas yang mencatatkan aktivitas puncak pada bulan Desember.

Jakarta berhasil memperkuat posisinya sebagai titik pusat pergerakan masyarakat baik untuk urusan pekerjaan maupun liburan keluarga.

Sebagai ibu kota, Jakarta mencatatkan volume pemesanan akomodasi tertinggi jika dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia.

Selain Jakarta, terdapat beberapa kota utama yang mencatatkan nilai transaksi pemesanan terbesar selama periode liburan tersebut.

Kota-kota seperti Yogyakarta, Bali, dan Bandung menjadi primadona karena menawarkan pengalaman wisata budaya dan alam yang ikonik.

Tingginya nilai pemesanan di wilayah tersebut dipicu oleh kecenderungan wisatawan yang memilih untuk menetap lebih lama.

Selain itu, banyak pelancong yang mulai beralih ke pilihan akomodasi premium untuk memaksimalkan kenyamanan selama masa liburan.

Selain destinasi populer tersebut, beberapa kota lain seperti Medan, Batam, Solo, Bogor, dan Makassar juga mengalami lonjakan permintaan yang signifikan.

Medan sendiri kini semakin kokoh sebagai gerbang utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi wilayah barat Indonesia.

Kenaikan aktivitas di kota-kota sekunder ini membuktikan bahwa minat wisata domestik sudah tidak lagi terpusat hanya di Pulau Jawa.

Distribusi perjalanan yang lebih merata ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal di berbagai provinsi.

Pada level provinsi, Jawa Barat tampil sebagai destinasi paling unggul berkat lokasinya yang strategis dan ragam objek wisatanya.

Sementara itu, Jawa Timur dan Sumatra Utara terus mempertahankan fungsinya sebagai pusat komersial yang penting bagi mobilitas nasional.

Yogyakarta juga tetap menunjukkan konsistensinya dengan permintaan yang stabil berkat sektor wisata sejarah yang kuat.

Di sisi lain, Bali tetap menjadi destinasi pelarian utama bagi mereka yang mencari suasana liburan tropis yang konsisten setiap tahunnya.

Mengenai pilihan tempat menginap, sebagian besar wisatawan masih memprioritaskan akomodasi kelas menengah dan budget.

Properti yang memiliki standar pelayanan yang baik dengan harga kompetitif menjadi faktor penentu utama bagi para pelancong.

Hendro Tan selaku Country Head Prism Indonesia menjelaskan bahwa perjalanan domestik saat ini sedang mengalami proses diversifikasi yang menarik.

Hendro Tan menambahkan bahwa perubahan pola kerja dan konektivitas antarwilayah membuat durasi perjalanan masyarakat menjadi lebih fleksibel.

Tren durasi menginap yang lebih panjang kini menjadi standar baru, terutama bagi kelompok pelancong keluarga.

Hal ini menegaskan bahwa periode akhir tahun tetap menjadi masa paling krusial bagi kebangkitan sektor perhotelan di tanah air.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Zurich Luncurkan Edge Assist, Platform Digital Agen Asuransi Terpadu

marketinginsight.id – Zurich Insurance Asia Pasifik meluncurkan ‘Zurich Edge Assist’, modul penjualan dan layanan perbantuan baru dari Zurich Edge Platform. Dirancang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img