Tahun 2025 menjadi tonggak sejarah baru bagi industri pusat data berkat lompatan performa yang dihadirkan oleh prosesor AMD EPYC di berbagai penyedia layanan cloud dunia.
Inovasi ini menjawab kebutuhan industri akan efisiensi energi dan skalabilitas tinggi yang semakin krusial untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan (AI) serta komputasi awan.
Kehadiran CPU AMD EPYC Generasi Kelima memungkinkan perusahaan besar maupun rintisan untuk memindahkan operasional mereka ke cloud dengan performa yang setara atau bahkan melampaui lingkungan on-premises.
Momentum ini sekaligus mempertegas posisi AMD sebagai mitra strategis bagi para raksasa teknologi dalam mendefinisikan ulang batas kemampuan komputasi modern.
Fleksibilitas yang ditawarkan memastikan setiap organisasi dapat mengoptimalkan biaya operasional tanpa harus mengorbankan kecepatan pemrosesan data.
Sinergi antara perangkat keras mutakhir dan ekosistem cloud yang terbuka menciptakan peluang bagi inovasi digital yang lebih inklusif bagi seluruh pelaku industri di masa depan.
AWS memperluas portofolionya melalui instance EC2 berbasis CPU AMD EPYC Generasi Kelima yang diklaim memberikan kinerja x86 tertinggi di platform tersebut.
Instance terbaru seperti EC2 C8a berhasil meningkatkan bandwidth memori hingga 33%, sementara seri EC2 X8aedz menawarkan performa komputasi dua kali lipat untuk mempercepat siklus desain rekayasa yang kompleks.
Google Cloud turut mengadopsi teknologi ini untuk mendukung keluarga VM C4D, N4D, H4D, dan G4 guna melayani berbagai beban kerja dari aplikasi harian hingga HPC.
VM N4D yang baru memberikan rasio harga-kinerja hingga 3,5 kali lebih baik, sedangkan seri HPC H4D mampu menghasilkan throughput tinggi dengan bandwidth memori melampaui 950 GB/s.
Microsoft Azure juga memperkaya layanannya dengan meluncurkan VM Dasv7, Easv7, dan Fasv7 yang mencatat peningkatan performa aplikasi server web mencapai 130%.
Selain itu, Azure memperkenalkan VM HBv5 dengan bandwidth memori 6,6 TB/s serta solusi komputasi rahasia untuk melindungi integritas data sensitif dan model AI.
Oracle Cloud Infrastructure memanfaatkan prosesor AMD EPYC Generasi Kelima untuk mesin virtual E6 dan instance bare metal yang mendukung pemrosesan beban kerja terdistribusi skala besar.
Layanan Oracle Exadata dan Autonomous Database kini berjalan lebih efisien dengan arsitektur terpadu yang menyelaraskan infrastruktur komputasi dari on-premises hingga multi-cloud.
Keamanan menjadi fokus utama di mana fitur AMD Secure Encrypted Virtualization (SEV) telah diterapkan secara luas oleh penyedia layanan cloud terkemuka di industri.
Fitur ini memastikan data yang sangat sensitif tetap terlindungi dalam lingkungan eksekusi terpercaya (TEE) bahkan saat sedang digunakan untuk pelatihan model AI.
Integrasi Microsoft SQL Server 2025 pada prosesor ini juga membawa efisiensi luar biasa bagi pengelolaan basis data yang sangat krusial dalam skala global.
Secara keseluruhan, tahun 2025 menandai era di mana performa, keamanan, dan penghematan biaya kepemilikan (TCO) bersatu dalam ekosistem AMD EPYC.
Redaksi



